Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tergerus Lagi, Ada 2 Sentimen Penekan

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
15 Sep 2025 | 16:55 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/Spt)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/Spt)

JAKARTA, investor.id - Mata uang rupiah (IDR) mengalami pelemahan terhadap Dolar AS (USD) pada Senin, 15 September 2025.

Rupiah ditutup melemah 41 point terhadap dolar AS pada perdagangan Senin sore (15/9), setelah sebelumnya sempat melemah 55 point di level Rp 16.416 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.375.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi kembali mengungkapkan beberapa sentimen yang mendorong pelemahan rupiah hari ini.

ADVERTISEMENT

Dari sisi domestik, Ibrahim menyebut, rupiah melemah setelah berita terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melambat pada kuartal III Tahun 2025. Proyeksi perlambatan ekonomi muncul karena faktor belanja pemerintah yang masih rendah.  Selain itu, kinerja perdagangan khususnya net ekspor juga diperkirakan melandai.

Ditambah lagi, kinerja ekspor memuncak hanya sampai Agustus 2025 karena pengusaha melakukan front loading sebelum penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Namun, Ibrahim melihat, geliat perekonomian akan berbalik arah terjadi pada kuartal IV/2025, dengan mencatat pertumbuhan yang sejalan dengan penyerapan insentif maupun stimulus yang digelontorkan pemerintah. Pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,2% yoy. Adapun paket stimulus yang segera dikeluarkan menjelang akhir tahun, melalui beberapa paket insentif yang akan digelontorkan hingga akhir tahun.

Sementara dari sisi eksternal, pelemahan rupiah awal pekan terjadi di tengah penanti pasar pada keputusan Federal Reserve (The Fed), terkait kebijakan moneter terbarunya.

Data ekonomi terbaru AS yang memberi ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneter. Seperti diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS di bulan Agustus mengonfirmasi bahwa inflasi utama negara itu masih sedikit tinggi, dan Nonfarm Payrolls (NFP) hampir terhenti di bulan Agustus dan pertumbuhan lapangan kerja direvisi turun tajam.

Klaim pengangguran awal di AS juga telah naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Pada saat yang sama, tekanan harga di tingkat produsen telah turun.

"Secara keseluruhan, indikator-indikator ini telah menutupi kekhawatiran inflasi yang The Fed takutkan selama ini dan menggarisbawahi bahwa risiko penurunan lapangan kerja semakin meningkat, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis point minggu ini hampir pasti terjadi," papar Ibrahim.

Sentimen Eksternal Lainnya

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia