Jumat, 15 Mei 2026

BI Pastikan Rupiah Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
18 Sep 2025 | 16:20 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Tangkapan layar Youtube, Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Tangkapan layar Youtube, Bank Indonesia)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar AS (USD) terus terjaga, di tengah dinamika perekonomian global yang dibayangi ketidakpastian.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mencatat bahwa kurs rupiah per 16 September 2025 cenderung menguat sekitar 0,30% point to point dibanding level pada akhir bulan Agustus.

"Nilai tukar rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global yang tinggi," ungkap Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September yang disiarkan secara daring, dikutip Kamis (18/9/2025).

ADVERTISEMENT

Perry menjelaskan, stabilitas nilai tukar rupiah didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, serta peningkatan konversi valas ke rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

"Secara umum, perkembangan rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju," katanya.

Ke depan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BI juga terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi rupiah, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Perry mencatat, BI membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga16 September 2025 mencapai Rp 217,10 triliun.

"Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," jelas Perry. BI juga melakukan ekspansi likuiditas melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 716,62 triliun pada 15 September 2025. 

Sementara itu, rupiah pada Kamis hari ini (18/9) ditutup melemah sebesar 90 poin (0,55%) ke level Rp 16.527. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,1% menjadi 96,97. Sebelumnya, kurs rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat tipis sebesar 3 poin (0,02%) ke level Rp 16.437 pada Rabu (17/9/2025).

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia