BI Pastikan Rupiah Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global
JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar AS (USD) terus terjaga, di tengah dinamika perekonomian global yang dibayangi ketidakpastian.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mencatat bahwa kurs rupiah per 16 September 2025 cenderung menguat sekitar 0,30% point to point dibanding level pada akhir bulan Agustus.
"Nilai tukar rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global yang tinggi," ungkap Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September yang disiarkan secara daring, dikutip Kamis (18/9/2025).
Perry menjelaskan, stabilitas nilai tukar rupiah didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, serta peningkatan konversi valas ke rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
"Secara umum, perkembangan rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju," katanya.
Ke depan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BI juga terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi rupiah, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore melalui Non-Deliverable Forward (NDF) dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Perry mencatat, BI membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga16 September 2025 mencapai Rp 217,10 triliun.
"Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," jelas Perry. BI juga melakukan ekspansi likuiditas melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 716,62 triliun pada 15 September 2025.
Baca Juga:
Siap-siap Rupiah Bangkit ke Level IniSementara itu, rupiah pada Kamis hari ini (18/9) ditutup melemah sebesar 90 poin (0,55%) ke level Rp 16.527. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,1% menjadi 96,97. Sebelumnya, kurs rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat tipis sebesar 3 poin (0,02%) ke level Rp 16.437 pada Rabu (17/9/2025).
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






