Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Antam Meroket, Ini Strategi BSI Gold

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
23 Sep 2025 | 14:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)
Ilustrasi emas. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Minat masyarakat terhadap kepemilikan emas terus meroket, hal ini seiring kenaikan harga emas Antam yang telah menyentuh level Rp 2.164.000 per gram hari ini.

Melihat perkembangan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menawarkan solusi menarik kepada masyarakat agar bisa memiliki BSI Gold yang sudah bersertifikasi SNI dengan karatase 99,99% lewat program BSI Cicilan Emas.

“Saat ini instrumen emas memang digandrungi masyarakat, karena sifatnya yang intrinsik dan memiliki tren yang terus naik dengan lonjakan harga yang meningkat 100% dalam 3 tahun terakhir”, ujar Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (23/9/2025).

Bekerjasama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk, mitra manufactur emas yang berdiri hampir 20 tahun, BSI  memberikan solusi kepemilikan emas Batangan ekslusif berlogo BSI, dengan skema mencicil. 

BSI Gold seri “Emasku BSI”, memiliki sertifikasi SNI dengan karatase 99,99%, kesesuaian syariah dari DSN MUI. Harga BSI Gold kompetitif dan dapat dilakukan buyback di outlet BSI.

Seiring kenaikan harga emas Antam, BSI menyesuaikan penawaran BSI Gold dengan harga logam mulia sebagai berikut:

1 Gram Rp 2.154.600    
2 Gram Rp 4.258.600
5 Gram Rp 10.590.700
10 Gram Rp 21.090.400
25 Gram Rp 52.523.700
50 Gram Rp 104.946.300
100 Gram Rp 209.740.900

BSI juga mencatat, bisnis emasnya berhasil mendorong kinerja positif pada kuartal II-2025. Pembiayaan bisnis emas BSI melesat 88,25% (YoY) atau mencapai Rp 16,88 triliun. Capaian tersebut mencakup Cicil Emas BSI yang mencapai Rp 9,09 triliun tumbuh 155,41% (YoY), dan Gadai Emas BSI mencapai Rp 7,79 triliun atau tumbuh 44,08% (YoY).

Melesatnya pembiayaan emas juga mendorong pembiayaan konsumer perseroan naik 16,20% dengan oustanding Rp 162,19 triliun.Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,87% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri yang berada pada level 2,22%. 

“Hal ini membuktikan bahwa investasi emas secara umum aman, mudah namun memberikan investasi yang tinggi kepada nasabah. Untuk itu, BSI terus mengedukasi masyarakat memiliki emas tanpa memberatkan tiap bulan sesuai cashflow pendapatan”, ungkap Anton.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia