Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Berpotensi Terjun ke US$ 56.000

Penulis : Erta Darwati
23 Feb 2026 | 14:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (IST)
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (IST)

JAKARTA, investor.id - Harga bitcoin (BTC) diproyeksi bisa menuju sekitar US$ 56.000 dalam waktu dekat hingga menengah.

Melansir beincrypto, harga bitcoin (BTC) masih berada di bawah Volume Weighted Average Price (VWAP) bulanan, yang ada di kisaran US$ 70.000. VWAP adalah rata-rata harga yang dibobot berdasarkan volume perdagangan. VWAP bulanan umumnya digunakan sebagai perkiraan biaya institusi.

Ketika bitcoin diperdagangkan di bawah VWAP, artinya posisi rata-rata institusi saat ini sedang merugi. Hal ini sering membuat institusi mengurangi eksposur atau menghindari pembelian baru, sehingga menjelaskan minimnya minat ETF.

Pemulihan di atas US$ 70.000 akan menandakan kekuatan institusi yang kembali, tetapi selama bitcoin masih di bawah level ini, upaya pemulihan bisa jadi tetap terbatas, dan struktur pasar secara umum masih bearish.

Di sisi bawah, support utama pertama bitcoin ada di kisaran US$ 67.300. Jika level ini jebol, support berikutnya ada di US$ 66.500, lalu US$ 65.300. Level-level ini sangat dekat dengan klaster suplai utama yang sudah disebutkan sebelumnya. 

Jika level tersebut gagal dipertahankan, bisa memicu breakdown pola head-and-shoulders yang lebih besar di dekat neckline US$ 60.800.

Breakdown bisa memicu target penurunan harga lebih dari 7,5%, sehingga harga bisa menuju sekitar US$ 56.000 dalam waktu dekat hingga menengah.

Di sisi atas, bitcoin harus kembali merebut level US$ 68.200 untuk menstabilkan struktur jangka pendeknya. Namun, pemulihan penuh butuh kenaikan ke level VWAP US$ 70.000.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 25 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 35 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 1 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia