BERITA POPULER: Dinamika Harga Emas Perhiasan hingga Heboh Pengendali Baru MGLV
JAKARTA, investor.id – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, investor.id telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Kamis (27/3/2026):
1. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 27 Maret 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau menurun di Raja Emas Indonesia, namun stabil di Hartadinata Abadi dan Laku Emas pada Jumat pagi, 27 Maret 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Jumat (27/3/2026) di sini.
2. Saham Rp 97 Perak Ngacir 4.745%, Ada Pengumuman
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan penghentian sementara alias suspensi saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sejak 25 Maret 2026 sampai dengan pengumuman lebih lanjut. Suspensi dijatuhkan lantaran terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Sebelumnya, PT Nextier Datamate Center mengambilalih 78,74% saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) dari PT Trijaya Wisesa Makmur. Sehingga Nextier menjadi pemegang saham pengendali baru MGLV.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah munculnya Sugito Walujo atau Patrick Walujo sebagai komisaris baru MGLV. Patrick Walujo sendiri sama-sama diketahui merupakan mantan direktur utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
3. Ahli Terus Terang soal Arah Harga Emas
Harga emas naik di atas US$ 4.400 per ons pada hari Jumat (27/3/2026) setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
Menurut ulasan Trading Economics itu karena Presiden Donald Trump menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang. Trump berjanji untuk tidak menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang terguncang oleh permusuhan selama hampir sebulan. Ia juga mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz minggu ini sebagai "hadiah" untuk AS.
Emas dan logam lainnya berada di bawah tekanan jual yang besar karena konflik Timur Tengah dan melonjaknya harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral utama dapat menaikkan suku bunga tahun ini.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau banyak dijual asing, pada sesi I perdagangan, Jumat (27/3/2026).
Secara teknis, Bank Central Asia (BBCA) banyak dijual asing dengan mencatatkan net sell, pada sesi I hari ini. Aksi jual asing ini membuat harga saham BBCA anjlok 1,82% pada sesi I perdagangan.
Saham Bank Central Asia (BBCA) ditutup melemah 1,82% ke harga Rp 6.750 per saham, pada sesi I perdagangan hari ini.
5. Harga Emas Kian Merosot Tajam, Tak Berdaya Hadapi Tekanan Dolar AS
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam ke level di bawah US$ 4.400 per troy ons pada awal perdagangan tengah hari di Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 26 Maret 2026.
Pengamat pasar komoditas di Kitco Metals, Jim Wyckoff mengungkapkan bahwa harga emas tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan indeks dolar AS.
Perhatian terhadap inflasi AS tertuju setelah Indeks Federal Reserve New York mengisyaratkan bahwa pasar obligasi korporasi AS mengalami gejolak yang tinggi pada Maret 2026, dengan pasar obligasi lebih tertekan daripada pasar obligasi berimbal hasil tinggi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






