Minggu, 21 Juni 2026

Harga Minyak Mendidih, Pasar Ragukan Gencatan Senjata Perang Iran

Penulis : Indah Handayani
28 Mar 2026 | 05:43 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak.
ilustrasi minyak.

NEW YORK, investor.idHarga minyak dunia kembali memanas pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), mencatat kenaikan mingguan. Penguatan ini mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata dalam konflik Iran yang telah berlangsung selama satu bulan.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent melonjak US$ 4,56 (4,2%) menjadi US$ 112,57 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melesat US$ 5,16 (5,5%) ke level US$ 99,64 per barel.

Sejak 27 Februari, sehari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran, harga Brent telah melonjak sekitar 53%, sedangkan WTI naik 45%. Dalam sepekan terakhir, Brent menguat sekitar 0,3% dan WTI naik lebih dari 1%.

ADVERTISEMENT

Pelaku pasar masih berhati-hati menyikapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait peluang negosiasi dengan Iran. Seorang pejabat Iran menyebut proposal yang disampaikan AS melalui Pakistan sebagai ‘sepihak dan tidak adil’.

Analis StoneX Alex Hodes mengatakan, investor kini lebih fokus pada durasi konflik dibandingkan perkembangan wacana di media. Menurut dia, potensi penutupan berkepanjangan Selat Hormuz atau kerusakan infrastruktur energi tetap menjadi faktor yang menjaga premi risiko harga minyak tetap tinggi.

Konflik ini telah memangkas sekitar 11 juta barel per hari pasokan minyak global. International Energy Agency bahkan menyebut krisis ini lebih parah dibandingkan dua krisis minyak pada era 1970-an.

Analis UBS Giovanni Staunovo menambahkan, setiap hari pembatasan arus di Selat Hormuz berlangsung, lebih dari 10 juta barel pasokan minyak hilang dari pasar, sehingga memperketat kondisi pasar global.

Timur Tengah Memanas

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia