Harga Minyak Memanas, Brent Siap Cetak Rekor Bulanan
Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan fasilitas energi dan ladang minyak Iran akan dihancurkan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah Iran menilai proposal damai AS tidak realistis dan melancarkan serangan rudal ke Israel.
Trump sebelumnya menyatakan akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April. Ia juga mengklaim komunikasi dengan Iran terus berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, analis SEB Research menilai perpanjangan tenggat waktu tersebut belum mampu menenangkan pasar. Pelaku pasar kini menunggu bukti konkret deeskalasi, bukan sekadar pernyataan.
Kelompok negara G7 menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar energi dan meminimalkan dampak ekonomi dari volatilitas yang terjadi.
Di sisi lain, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral AS masih akan menunggu untuk melihat dampak konflik terhadap ekonomi dan inflasi, mengindikasikan kenaikan suku bunga belum menjadi prioritas saat ini.
Di tengah ketegangan, Arab Saudi mulai mengalihkan ekspor minyaknya dari Selat Hormuz ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Volume ekspor melalui jalur ini melonjak menjadi 4,65 juta barel per hari pekan lalu, dari rata-rata 770 ribu barel per hari pada Januari–Februari.
Sementara itu, Nigeria meningkatkan rencana ekspor minyaknya menjadi 807 ribu barel per hari pada Mei, naik dari 783 ribu barel per hari pada April. Namun, risiko gangguan pasokan tetap tinggi setelah serangan drone merusak terminal energi di Oman, serta laporan serangan di Kuwait dan dekat wilayah Arab Saudi.
Di AS, stok minyak mentah diperkirakan turun sekitar 1,3 juta barel dalam sepekan terakhir, berdasarkan survei awal Reuters, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Juni 2024.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





