Minggu, 21 Juni 2026

Harga Minyak Memanas, Brent Siap Cetak Rekor Bulanan

Penulis : Indah Handayani
31 Mar 2026 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi industri minyak bumi dan gas alam (migas). (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi industri minyak bumi dan gas alam (migas). (Foto: Shutterstock)

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan fasilitas energi dan ladang minyak Iran akan dihancurkan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah Iran menilai proposal damai AS tidak realistis dan melancarkan serangan rudal ke Israel.

Trump sebelumnya menyatakan akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April. Ia juga mengklaim komunikasi dengan Iran terus berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, analis SEB Research menilai perpanjangan tenggat waktu tersebut belum mampu menenangkan pasar. Pelaku pasar kini menunggu bukti konkret deeskalasi, bukan sekadar pernyataan.

ADVERTISEMENT

Kelompok negara G7 menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar energi dan meminimalkan dampak ekonomi dari volatilitas yang terjadi.

Di sisi lain, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral AS masih akan menunggu untuk melihat dampak konflik terhadap ekonomi dan inflasi, mengindikasikan kenaikan suku bunga belum menjadi prioritas saat ini.

Di tengah ketegangan, Arab Saudi mulai mengalihkan ekspor minyaknya dari Selat Hormuz ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Volume ekspor melalui jalur ini melonjak menjadi 4,65 juta barel per hari pekan lalu, dari rata-rata 770 ribu barel per hari pada Januari–Februari.

Sementara itu, Nigeria meningkatkan rencana ekspor minyaknya menjadi 807 ribu barel per hari pada Mei, naik dari 783 ribu barel per hari pada April. Namun, risiko gangguan pasokan tetap tinggi setelah serangan drone merusak terminal energi di Oman, serta laporan serangan di Kuwait dan dekat wilayah Arab Saudi.

Di AS, stok minyak mentah diperkirakan turun sekitar 1,3 juta barel dalam sepekan terakhir, berdasarkan survei awal Reuters, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Juni 2024.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 44 detik yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia