Harga Minyak Memanas, Brent Siap Cetak Rekor Bulanan
NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026), dengan minyak mentah Amerika Serikat (AS) jenis West Texas Intermediate (WTI) bertengger di kisaran level US$ 100 per barel. Sementara itu, Brent bersiap mencatat rekor kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik tipis 0,2% ke US$ 112,78 per barel, setelah sempat menyentuh level US$ 116,89 pada sesi intraday. Adapun harga minyak WTI melonjak 3,3% ke US$ 102,88 per barel, tertinggi sejak Juli 2022.
Lonjakan harga minyak dipicu meluasnya konflik di Timur Tengah, setelah kelompok Houthi dari Yaman memperluas perang Iran dengan melancarkan serangan pertama ke Israel.
Sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, konflik terus meluas dan meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global, khususnya di kawasan Semenanjung Arab dan Laut Merah.
Militer Israel menyebut telah mencegat dua drone yang diluncurkan dari Yaman. Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah kelompok Houthi meluncurkan rudal ke Israel untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.
Meski demikian, kelompok tersebut belum menargetkan jalur pelayaran di Laut Merah yang menangani sekitar 15% perdagangan maritim global.
Direktur energi berjangka Mizuho Robert Yawger memperingatkan, jika serangan meluas ke jalur pelayaran dan menutup akses selatan Laut Merah, harga minyak bisa melonjak tambahan US$ 5 – 10 per barel.
Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, telah mendorong harga minyak naik sekitar 57% sepanjang Maret. Ini menjadi lonjakan bulanan terbesar sejak pencatatan data pada 1988, bahkan melampaui kenaikan saat Perang Teluk 1990.
Sementara itu, harga minyak AS juga melonjak sekitar 53% sepanjang bulan ini, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2020.
Meski demikian, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pasokan minyak global masih relatif mencukupi, dengan semakin banyak kapal yang kembali melintasi Selat Hormuz.
Data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal kontainer China berhasil melewati Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat berbalik arah.
Peringatan Keras Trump
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





