Minggu, 21 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Jatuh, tapi Ada Sinyal Langka Buka Peluang Rebound

Penulis : Indah Handayani
15 Apr 2026 | 06:54 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

JAKARTA, investor.idHarga Bitcoin (BTC) jatuh pada Rabu (15/4/2026), seiring tekanan pasar kripto secara keseluruhan. Meski demikian, sinyal langka dari pasar derivatif justru mengindikasikan potensi terbentuknya titik dasar (bottom) yang bisa membuka peluang kenaikan.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,58% menjadi US$ 2,51 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh 0,94% ke US$ 74.129 per koin atau sekitar Rp 1,27 miliar (kurs Rp 17.135).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar anjlok 1,04%. Dengan Ethereum ambles 2,44% ke US$ 2.321, Binance (BNB) terkoreksi 0,49% ke US$ 614, Dogecoin (DOGE) terpangkas 1,29% ke US$ 0,093, Solana (SOL) jatuh 3,17% ke US$ 83,84, dan XRP terpukul 1,25% ke US$ 1,36.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoinDesk, breakout Bitcoin (BTC) ke level US$76.000 gagal bertahan, namun sinyal langka justru mengindikasikan potensi terbentuknya titik dasar (bottom) pasar yang signifikan. Funding rate di pasar derivatif kini tercatat negatif selama 46 hari berturut-turut, rentang yang terakhir kali terjadi setelah runtuhnya FTX, yang menandai titik terendah ‘crypto winter’ pada 2022.

Bitcoin (BTC) memulai perdagangan dengan peluang besar untuk menembus resistance, namun reli tersebut kembali tertahan di level yang telah menjadi penghalang selama lebih dari dua bulan.

Setelah sempat menembus US$ 76.000, level resistance kunci, Bitcoin berbalik arah dan turun kembali ke level US$ 74.000. Ether (ETH) mengalami pergerakan serupa. Sempat melampaui US$ 2.400, namun kemudian terkoreksi.

Berbeda dengan pasar kripto, pasar saham tradisional tidak mengalami pembalikan. Indeks Nasdaq ditutup menguat 2% di level tertinggi sesi, sementara S&P 500 naik 1,2% dan kini hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi baru. Kondisi ini kontras dengan Bitcoin yang masih sekitar 40% di bawah rekor puncaknya di US$ 126.000.

Meski breakout gagal bertahan, kondisi pasar dinilai masih membuka peluang kenaikan lanjutan di pasar kripto.

Prediksi Harga Bitcoin

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia