LPCK Rombak Direksi dan Komisaris, Siap Ngebut Garap Properti Cikarang
JAKARTA, investor.id – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) memperbarui susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat momentum pertumbuhan bisnis perseroan di tengah prospek sektor properti yang dinilai masih menjanjikan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2025, termasuk capaian kinerja keuangan dengan pendapatan sebesar Rp 4,52 triliun dan EBITDA Rp 381,3 miliar.
Pendapatan LPCK ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial atau ruko, serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan turut menopang kinerja perseroan. Adapun EBITDA margin tercatat sebesar 8% dari total pendapatan.
Dalam agenda yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang berlaku efektif sejak penutupan RUPST 2026.
Susunan Dewan Komisaris LPCK kini terdiri atas Presiden Komisaris Independen Didik Junaedi Rachbini, Komisaris Independen Hadi Cahyadi, serta Komisaris Charles Rigoux dan George Raymond Zage III.
Sementara itu, jajaran Direksi diisi oleh Agus Arismunandar sebagai Presiden Direktur, didampingi Direktur Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum.
Manajemen LPCK optimistis kehadiran jajaran baru tersebut akan memperkuat kepemimpinan dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan bisnis perseroan, khususnya di sektor properti dan pengembangan kawasan.
"Selain menyetujui perubahan pengurus, RUPST juga meratifikasi partisipasi perseroan dalam program pembangunan 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada Pemerintah Republik Indonesia," tulis manajemen LPCK dalam keterangan pers, Selasa (12/5/2026).
Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Langkah tersebut, lanjut manajemen LPCK, ditujukan untuk membantu mengurangi backlog perumahan nasional, memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendukung sektor perumahan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Perseroan menyebut kawasan koridor Cikarang–Bekasi, khususnya KM34 exit Cibatu termasuk kawasan Meikarta, dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai pusat industri nasional dengan kebutuhan hunian tinggi dan dukungan konektivitas infrastruktur yang terintegrasi.
LPCK menegaskan penghibahan lahan tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Perseroan juga memandang langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai kawasan melalui pertumbuhan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan permintaan residensial dan komersial di sekitarnya.
Dengan partisipasi tersebut, LPCK berharap dapat mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan bagi kawasan dan seluruh pemangku kepentingan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler




