Kamis, 14 Mei 2026

Saham Konglo Kakap Lagi Diobral, Serok Sekarang Diramal Cuan 29%

Penulis : Harso Kurniawan
12 Mei 2026 | 15:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Subang Smartpolitan garapan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Perseroan)
Ilustrasi Subang Smartpolitan garapan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Perseroan)

JAKARTA, Investor.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencetak pertumbuhan kinerja kuat di segmen hospitality kuartal I-2026. Tren ini ditaksir berlanjut, sehingga membuka ruang penguatan saham SSIA yang dipegang taipan Prajogo Pangestu dan Grup Djarum ke target harga yang baru saja direvisi.

Berdasarkan catatan RHB Sekuritas, Kementerian Pariwisata melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara naik 8% menjadi 3,4 juta kuartal I-2026, 21% dari target tahun ini. Wisatawan asing juga membelanjakan lebih banyak, mencapai US$1.345 per kunjungan.  

Hal itu, tulis RHB menopang kinerja pendapatan segmen hospitality SSIA, terlihat pada okupansi yang solid di seluruh hotel SSIA. Pembukaan kembali Paradisus by Melia Bali pada Februari menghasilkan pendapatan sebesar IDR42 miliar, setara 26% dari pendapatan hospitality kuartal I lalu.

ADVERTISEMENT

Segmen properti mencatat pertumbuhan solid pada kuartal I-2026 sebesar 202% menjadi IDR495 miliar, didorong oleh booking akuntansi yang lebih tinggi sebesar 21 hektare (ha) dan IDR406 miliar, setara 6 ha.

“Backlog penjualan lahan SSIA tercatat sebesar IDR727 miliar, setara 46 ha lahan, dengan sekitar 36ha atau Rp524 miliar telah dibukukan pada April 2026,” tulis RHB, dikutip Selasa (12/5/2026).

Selanjutnya, demikian RHB, kinerja bisnis konstruksi melemah akibat Lebaran. Meski demikian, anak usaha SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) mencatat pertumbuhan kontrak baru yang kuat, sebesar Rp894 miliar, naik 30%. Proyek baru yang menonjol antara lain pabrik Pou Chen Pekalongan dan Lampung City Mall Tahap 2.

Laba dan Target Harga 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 21 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 51 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia