IHSG Melemah, tapi 5 Saham Melesat di Atas 20%
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (12/5/2026), ditutup melemah 46,72 poin (0,68%) ke level 6.858,9.
Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham NZIA hingga GRIA dengan lonjakan harga 20% sampai 30%.
Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 16,04 triliun. Sebanyak 217 saham menguat, sedangkan 486 saham turun dan 256 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 30,8 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,5 juta kali.
Beberapa sektor saham masih mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini dengan penguatan terbesar pada sektor barang baku sebesar 1,85%.
Diikuti penguatan pada sektor transportasi 1,59%, sektor keuangan 0,31%, dan sektor energi 0,01%.
Sebaliknya, pelemahan melanda sektor kesehatan 3,51%, sektor perindustrian 3,2%, sektor infrastruktur 1,5%, sektor barang konsumen non-primer 1,4%, sektor properti 0,61%, sektor teknologi 0,48%, dan sektor barang konsumen primer 0,06%.
Pilarmas investindo Sekuritas menjelaskan, sentimen negatif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi kritis. Trump juga dikabarkan menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz.
Pilarmas menambahkan, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini. Investor berharap pertemuan tersebut dapat menjaga stabilitas hubungan dagang AS-China yang masih rapuh, sekaligus membahas konflik Timur Tengah dan isu Taiwan.
Dari sentimen domestik, Pilarmas menyebutkan, tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi pelemahan rupiah akibat penguatan dolar AS. Ketidakpastian global di tengah konflik geopolitik dan ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi The Fed mendorong arus dana mengalir ke aset dolar AS.
Selain itu, Pilarmas menyebut, pasar juga mengantisipasi pengumuman rebalancing MSCI Indonesia yang dinilai menjadi salah satu indikator penting bagi investor global dalam menilai prospek pasar modal Indonesia.
Cuan Besar
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






