Brigit Biofarmaka (OBAT) Ekspansi Pasar Malaysia dan Vietnam
JAKARTA, investor.id - PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) menggelar ekspansi bisnis dengan memperkuat jaringan pasar ekspor ke Malaysia dan Vietnam. Dua negara tersebut dinilai memiliki prospek permintaan yang kuat untuk produk unggulan OBAT seperti Astaxani dan Bolingzhi menyusul tingginya harga jual produk di pasar luar negeri ketimbag domestik.
Direktur Utama OBAT Is Heriyanto mengungkapkan, peluang pertumbuhan di kedua pasar tersebut menjanjikan. Pasalnya, perseroan melihat potensi pasar di Malaysia dan Vietnam cukup besar, khususnya untuk produk seperti Astaxani dan Bolingzhi yang memiliki peluang pertumbuhan permintaan yang baik.
Untuk memperkuat strategi ekspor, OBAT memanfaatkan platform digital termasuk TikTok sebagai medium riset pasar lintas negara. “Langkah ini memungkinkan perusahaan membaca tren konsumen secara lebih akurat, membuka ruang penetrasi yang lebih luas, serta memperkuat fondasi ekspor jangka panjang,” jelas Is Heriyanto dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Strategi digital tersebut juga dinilai sebagai bagian dari diversifikasi pasar OBAT guna menjaga stabilitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan bisnis. Terbukti, dari sisi kinerja keuangan, perseroan mampu mencatatkan penguatan secara signifikan sepanjang 2025. Total ekuitas meningkat dari Rp43,69 miliar pada 2024 menjadi Rp110,01 miliar pada 2025.
Aset juga tumbuh dari Rp65,88 miliar menjadi Rp131 miliar, sementara liabilitas berhasil diturunkan dari Rp22,19 miliar pada 2024 menjadi Rp20,98 miliar pada 2025. “Peningkatan ini mencerminkan komitmen Perseroan menjaga stabilitas usaha, memperkuat kapasitas operasional, serta mendukung keberlanjutan bisnis di masa mendatang,” kata Is Heriyanto.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler





