Kamis, 14 Mei 2026

Ahli Bilang Tren Harga Emas Bakal Begini

Penulis : Natasha Khairunisa
13 Mei 2026 | 06:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Mark Baker)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: AP/ Mark Baker)

JAKARTA, investor.id - Ahli mempertahankan proyeksi optimistis pada harga emas dunia, meski nilai logam mulia telah merosot hingga 12% sejak konflik pecah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah, yang memicu guncangan harga minyak. 

Dikutip dari Kitco News, Rabu (13/5/2026), ahli strategi komoditas di ING memproyeksikan harga emas akan mencapai level US$ 5.000 per troy ounce pada akhir 2026.

“Risiko penurunan utama adalah kegagalan perundingan perdamaian yang membuat harga energi tetap tinggi dan Fed tetap mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun,” kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING.

ADVERTISEMENT

Menurut Manthey, terlepas dari hambatan jangka pendek, peran emas sebagai aset safe haven masih cukup kuat. Dijelaskannya, daya tarik emas sebagai aset safe haven cenderung berkinerja baik saat krisis keuangan atau guncangan ekonomi global. 

Meski tetap optimistis terhadap harga emas, ING mengakui bahwa perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti menambah ketidakpastian jangka pendek.

“Penolakan Trump terhadap proposal terbaru Iran membuat jangka waktu gencatan senjata tidak jelas dan risiko inflasi meningkat, yang membatasi ruang gerak bagi The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga,” katanya.

"Beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih dapat didominasi oleh kekuatan makro; khususnya imbal hasil riil, dolar, dan ekspektasi kebijakan The Fed. Setelah hambatan tersebut mulai mereda, dukungan mendasar pada harga emas akan kembali menguat, bebernya.

Maka dari itu, kata Manthey, kenaikan harga emas akan didukung oleh penurunan harga energi, pendinginan inflasi, dan pemotongan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini.

"Pembelian oleh bank sentral dan pemulihan aliran ETF memberikan dukungan tambahan," ucapnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 31 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 41 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 42 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 53 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia