Profil I Ketut Pasek Senjaya Putra, Direktur Utama Baru WIKA
Di hadapan para pemegang saham, WIKA melaporkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, perseroan menghadapi tantangan penurunan kondisi pasar industri konstruksi nasional yang berdampak pada perolehan kontrak baru, penjualan, dan penerimaan kas perusahaan.
Menyikapi kondisi tersebut, WIKA pun fokus pada strategi memperkuat struktur permodalan, mengoptimalisasi pengelolaan kewajiban, mempercepat penagihan, serta mengendalikan belanja secara disiplin melalui prinsip cash focused, lean, and fit for future.
Sebagai hasilnya, Gross Profit Margin (GPM) tercatat meningkat dari 7,9% pada 2024 menjadi 8,5% pada 2025. Perseroan juga mampu menurunkan utang usaha sebesar Rp1,79 trilliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun. Begitupun dengan nilai piutang WIKA yang mengecil menjadi Rp4,58 triliun dibanding sebelumnya Rp1,89 triliun.
Dari sisi kontrak baru, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dan kontrak dihadapi sebesar Rp50,55 triliun. Penjualan perseroan tercatat mencapai Rp20,44 triliun dengan total aset mencapai Rp50,15 triliun.
Di samping mengubah susunan pengurus, RUPST juga menyetujui delapan mata acara antara lain Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.
Pada agenda lainnya, WIKA melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum melalui Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) dan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) hingga tahun buku 2025. Dari total dana PMHMETD II sebesar Rp6,08 triliun, WIKA telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp5,7 triliun sesuai prospektus.
RUPST juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026–2030 dan RKAP Tahun 2027, perubahan Peraturan Dana Pensiun Wijaya Karya Program Pensiun Manfaat Pasti, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
WIKA akan terus melanjutkan penguatan struktur keuangan melalui tiga pilar utama percepatan pemulihan yaitu restrukturisasi komprehensif, divestasi aset dan pemulihan piutang, serta peningkatan operational excellence.
Langkah tersebut difokuskan demi menjaga stabilitas keuangan dan arus kas sebagai fondasi kinerja berkelanjutan. Adapun, divestasi dilakukan secara selektif terhadap aset non-core yang memiliki potensi nilai tambah bagi WIKA.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






