Kamis, 14 Mei 2026

Brigit Biofarmaka (OBAT) Tebar Dividen Rp 5,1 Miliar di Tengah Ekspansi Agresif

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 08:39 WIB
BAGIKAN
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) yang digelar di Harris Hotel & Conventions Solo, pada 11 Mei 2026
Sumber; Ist
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) yang digelar di Harris Hotel & Conventions Solo, pada 11 Mei 2026 Sumber; Ist

SOLO, investor.id – PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) membagikan dividen tunai sebesar Rp 5,13 miliar kepada pemegang saham meski perseroan tengah menjalankan ekspansi bisnis secara agresif.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Harris Hotel & Conventions Solo, pada 11 Mei 2026.

Perseroan menetapkan pembagian dividen sebesar 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai dividen tercatat Rp 7,548 per saham dengan total saham beredar sebanyak 680,37 juta lembar.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi (OBAT) Is Heriyanto mengatakan, langkah ekspansi dan penguatan market share menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Strategi ekspansi dan penguatan market share yang dilakukan saat ini merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan nilai perseroan di masa mendatang,” ujar dia dalam keterangan pers, Rabu (13/5/2026).

Di tengah pembagian dividen, perseroan tetap melanjutkan ekspansi besar-besaran untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas pasar nasional.

Ekspansi tersebut meliputi pembangunan pabrik suplemen softgel, pabrik suplemen tablet, pabrik kosmetik full aspek, fasilitas laboratorium, hingga kantor marketing dan pengembangan bisnis.

Bisnis Herbal

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis herbal, suplemen kesehatan, dan kosmetik nasional sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan manufaktur berbasis inovasi.

Sepanjang 2025, OBAT membukukan pertumbuhan omzet sebesar 32,73% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, laba bersih konsolidasi perseroan turun 16,15% akibat meningkatnya biaya pemasaran dan ekspansi akuisisi pasar yang dilakukan secara agresif.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia