Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Longsor, 5 Saham Justru Melonjak Tajam

Penulis : Indah Handayani
13 Mei 2026 | 09:08 WIB
BAGIKAN
ilustrasi IHSG.
ilustrasi IHSG.

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka longsor sebesar 94,95 poin (1,38%) ke posisi 6.763,94 pada sesi I, Rabu (13/5/2026). IHSG hari ini bergerak memerah di rentang 6.747 – 6.769.

Di saat yang sama, sebanyak lima saham justru melonjak tajam dan masuk daftar top gainers, bahkan ada yang langsung melonjak hingga mentok batas auto rejection atas (ARA).

Berdasarkan data RTI, tercatat sebanyak 1,18 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 682,86 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 94.198 kali transaksi.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 118 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 315 saham terkoreksi, dan 203 saham stagnan.

Reliance Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini menguat dan bergerak pada rentang support 6.791 dan resistance 6.947.

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menjelaskan, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic golden cross pada area deep oversold.

“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami penguatan,” tulis Reliance Sekuritas.

Reliance Sekuritas merekomendasikan saham pilihan hari ini, yaitu BRPT, PTRO, BUVA, dan DEWA.

Saham Top Gainers

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 24 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 25 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 36 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia