Saham BBRI Berbalik Arah, Ini Pemicunya
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI melemah pada sesi I perdagangan Rabu (13/5/2026). Saham BBRI berbalik arah dari perdagangan Selasa (12/5/2026) kemarin yang menguat 0,63%.
Di sekitar pukul 09.56 WIB, saham BBRI -2,48% ke Rp 3.140. Sudah sebanyak 53,12 juta saham BRI diperdagangkan, frekuensi 19.500 kali, dan nilai transaksi Rp 177 miliar.
Saham Bank Rakyat Indonesia melemah karena tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham BBRI membukukan net sell Rp 75,2 miliar.
Saham BBRI memerah sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melorot 1,40% saat berita ini ditulis.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi pergerakan harga IHSG hari ini cukup dalam kondisi tertekan akibat adanya pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026.
Lalu, ditambah dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) melonjak 3,8% secara tahunan pada April 2026. Bureau of Labor Statistics melaporkan angka ini menjadi level tertinggi sejak Mei 2023.
“Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960-7.000 dan support pada 6.760-6.780,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan, Rabu (13/5/2026).
Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG kemarin ditutup turun 0,68% ke level 6.858,90. Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG hari ini.
MSCI Inc telah mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk indeks ekuitas MSCI pada 12 Mei 2026 waktu setempat. Semua perubahan akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan tanggal 29 Mei 2026.
Akan tetapi, menurut Stockbit Sekuritas, yang perlu dicermati ke depan adalah MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis yang lebih substansial dibandingkan index review Mei kali ini.
MSCI Market Accessibility Review itu akan menjawab apakah pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size–segment ke atas akan dicabut untuk review selanjutnya (Agustus 2026).
“Dan penegasan atau sinyal lebih lanjut bahwa risiko downgrade Indonesia ke frontier market sudah tidak menjadi ancaman,” papar Stockbit Sekuritas dalam ulasannya, Rabu (13/5/2026).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






