Kamis, 14 Mei 2026

Penopang Kinerja ITMG saat Harga Batu Bara Bergejolak

Penulis : Muawwan Daelami
13 Mei 2026 | 16:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Foto: Indo Tambangraya Megah/ITMG).
Ilustrasi batu bara. (Foto: Indo Tambangraya Megah/ITMG).

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengumumkan rapor kinerja kuartal I-2026 di tengah gejolak harga komoditas batu bara. Volume penjualan tercatat meningkat, namun laba bersih menyusut.

ITMG menghasilkan produksi batu bara sepanjang Januari-Maret 2026 sebesar 4,7 juta ton, lebih kecil ketimbang produksi periode Januari-Maret 2025 sebesar 5,3 juta ton. Penurunan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang berimbas kepada volume produksi perseroan.

Kendati begitu, naiknya volume penjualan sebesar 6% yoy menjadi 6,3 juta ton menopang kinerja ITMG pada kuartal I-2026. Hanya saja, karena harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara mengalami koreksi dari US$82 per ton pada kuartal I-2025 menjadi US$79 per ton pada kuartal I-2026, berdampak tipis terhadap pertumbuhan pendapatan ITMG yaitu sebesar 3% yoy dari US$482 juta menjadi US$497 juta.

ADVERTISEMENT

Sementara beban pokok pendapatan meningkat sebesar 5% secara yoy imbas dari volume penjualan batu bara yang lebih tinggi. Pada sisi yang lain, ITMG juga meraup pendapatan keuangan sebesar US$9 juta pada 3M26, sedikit lebih rendah dari US$11 juta pada 3M25.

Sedangkan beban keuangan tetap sebesar US$1 juta dan beban lainnya (bersih) tercatat sebesar US$2 juta pada 3M26 dibandingkan beban lainnya (bersih) sebesar US$5 juta pada 3M25. Kemudian, beban pajak penghasilan membesar menjadi US$26 juta pada 3M26 dari US$19 juta pada 3M25.

Pun demikian dengan royalti yang disetorkan ITMG kepada pemerintah mengalami kenaikan sebesar 9% yoy menjadi US$58 juta pada kuartal I-2026 terutama disebabkan oleh volume penjualan yang lebih tinggi.

Setelah dipotong beban pajak penghasilan, ITMG menyisakan laba periode berjalan sebesar US$55,7 juta pada kuartal I-2026. Perolehan tersebut lebih kecil jika dikomparasikan dengan laba periode berjalan kuartal I-2025 sebesar US$66,4 juta.

Diikuti dengan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$64,9 juta pada kuartal I-2025, menjadi US$54,5 juta pada kuartal I-2026. Laba per saham dasar terdilusi menjadi US$0.05 per saham dibandingkan sebelumnya US$0.06 per saham.

Sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 April 2026, RUPS menyetujui total distribusi dividen untuk tahun buku 2025 sejumlah US$115 juta atau mewakili 60% dari laba bersih perseroan.

Rinciannya, sejumlah US$50 juta atau setara Rp 738/lembar saham telah didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim pada 26 November 2025. Sisanya sejumlah US$65 juta atau setara Rp 992/lembar saham akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 19 Mei 2026.

Neraca ITMG

Dari sisi neraca, ITMG melaporkan total aset tercatat sebesar US$2.405 juta per 31 Maret 2026, relatif sama dengan nilai pada akhir 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$747 juta sementara deposito jangka pendek mencapai US$192 juta, sehingga secara total mewakili 39% dari total aset.

Total liabilitas turun menjadi US$480 juta pada akhir Maret 2026 dari US$498 juta pada akhir tahun 2025 dan total ekuitas meningkat menjadi US$1.925 juta dari US$1.908 juta pada akhir 2025 terutama karena peningkatan laba ditahan menjadi US$1.533 juta dari US$1.478 juta, yang sebagian dikurangi oleh pembelian saham treasuri sebesar US$12 juta pada 3M26.

Lebih jauh, ITMG juga melaporkan arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi sebesar US$65 juta pada 3M26, naik 42% dari US$46 juta pada 3M25, terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran kepada pemasok.

ITMG mencatatkan arus kas keluar bersih untuk aktivitas investasi sebesar US$107 juta pada 3M26, dari sebelumnya tercatat arus kas masuk bersih sebesar US$44 juta di 3M25, terutama dikarenakan oleh peningkatan penempatan kas pada deposito jangka pendek dan kas yang dibatasi penggunaannya, serta lebih rendahnya realisasi deposito jangka pendek yang telah jatuh tempo.

Arus kas keluar bersih untuk aktivitas pendanaan meningkat 28% yoy dari US$15 juta pada 3M25 menjadi US$19 juta pada 3M26, terutama dikarenakan oleh pembelian saham treasuri meskipun terdapat penurunan pembayaran pinjaman bank.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 38 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 50 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia