Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Anjlok, tapi Saham-saham Ini Menanjak

Penulis : Erta Darwati
13 Mei 2026 | 16:25 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa efek Indonesia. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di depan monitor saham Bursa efek Indonesia. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (13/5/2026), ditutup melemah 135,5 poin (1,98%) ke level 6.723,3.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham KOPI hingga FIRE dengan lonjakan harga 16% sampai 24%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 19,33 triliun. Sebanyak 260 saham menguat, sedangkan 428 saham turun dan 271 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 36,6 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,27 juta kali.

ADVERTISEMENT

Dua sektor saham masih mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi sebesar 4,89% dan sektor perindustrian 1,26%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku 4,43%, sektor infrastruktur 2,72%, sektor energi 1,61%, sektor barang konsumen primer 1,4%, sektor kesehatan 1,22%, sektor teknologi 0,71%, dan sektor properti 0,7%, sektor keuangan 0,58%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,44%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar saat ini tengah dibayangi kekhawatiran bahwa inflasi AS yang lebih tinggi akan membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.

Dari domestik, Pilarmas menambahkan, tekanan terhadap IHSG hari ini juga dipicu sentimen negatif pasca pengumuman rebalancing MSCI periode Mei 2026.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi sentimen tambahan. Investor khawatir depresiasi rupiah dapat membebani anggaran negara melalui kenaikan subsidi energi dan memperbesar risiko fiskal pemerintah.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 28 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 38 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 39 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 50 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia