Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin, 18 Mei 2026
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 6.723,3 (1,97%) pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Adapun pada 14-15 Mei 2026 perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tutup karena hari libur nasional.
Adapun dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks.
Namun, perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi sebelumnya dan optimisme investor bahwa Indonesia masih tidak berubah di Emerging Market, serta sebagian arus dana keluar selama ini sudah mengantisipasi langkah MSCI tersebut.
Selain itu menurut OJK, tidak semua saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index disebabkan oleh penurunan kinerja atau melemahnya kapitalisasi pasar, namun sebagian saham tersebut keluar karena kapitalisasinya meningkat sehingga layak masuk ke kelompok indeks yang lebih tinggi.
Namun, karena adanya pembekuan sementara dari MSCI, membuat saham-saham tersebut belum dapat langsung berpindah kategori.
Phintraco Sekuritas menjelaskan secara teknikal, pelebaran histogram negatif pada MACD masih berlanjut diiringi dengan stochastic RSI yang bergerak menuju oversold area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.700-6.650 pada perdagangan pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, MNC Sekuritas juga memprediksi IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.711, waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.758-6.777.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham DEWA, INDY, RATU, dan WIFI untuk trading pekan depan, Senin (18/5/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






