Kamis, 14 Mei 2026

3 Saham Diberondong Aksi Jual Asing, Net Sell Menggunung Lagi

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Mei 2026 | 19:56 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing makin agresif melancarkan aksi jual bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026), bahkan dengan nilai yang besar. Tiga saham terpantau paling banyak dijual asing, yaitu BBRI, BMRI, dan AMMN.

Net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 1,53 triliun. Akibatnya, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini menggunung lagi menjadi Rp 40,8 triliun – berdasarkan data BEI.

Net sell asing terbesar di pasar reguler dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 273,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain saham BBRI, asing juga banyak melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell senilai Rp 139,7 miliar.

Kemudian, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan net sell asing sebesar Rp 123,6 miliar.

Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Timah Tbk (TINS). Namun, nilainya relatif tidak signifikan. Net buy asing pada saham TINS sebesar Rp 41,8 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup ambles 135,5 poin (1,98%) ke level 6.723,3. Sebanyak 260 saham naik, 428 saham turun, dan 271 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 19,3 triliun.

Dua sektor saham masih mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini, terbesar di sektor transportasi sebesar 4,89% dan sektor perindustrian 1,2%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor barang baku sebesar 4,4%, sektor infrastruktur 2,7%, sektor energi 1,6%, sektor barang konsumen primer 1,4%, sektor kesehatan 1,2%, sektor teknologi 0,7%, sektor properti 0,7%, sektor keuangan 0,5%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,4%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar saat ini tengah dibayangi kekhawatiran bahwa inflasi AS yang lebih tinggi akan membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global.

Dari domestik, Pilarmas menambahkan, tekanan terhadap IHSG hari ini juga dipicu sentimen negatif pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi tambahan sentimen. Investor khawatir depresiasi rupiah dapat membebani anggaran negara melalui kenaikan subsidi energi dan memperbesar risiko fiskal pemerintah.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 26 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 27 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 38 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia