Kamis, 14 Mei 2026

Harga Emas Melemah Dua Hari Beruntun, Harapan The Fed Buyar

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 04:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan.

Di sisi lain, Trump tiba di China dengan agenda menjaga gencatan dagang yang masih rapuh, sekaligus memburu kesepakatan ekonomi baru di tengah tekanan politik domestik akibat perang Iran.

Sentimen tambahan datang dari India yang menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan impor logam mulia serta menjaga cadangan devisa negara. India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

Grant menilai kenaikan tarif impor India berpotensi menekan permintaan emas dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, harga perak spot melonjak 1,1% menjadi US$ 87,53 per ons setelah menyentuh level tertinggi dua bulan. Platinum naik 0,25% menjadi US$ 2.136,49 per ons, setelah sempat menyentuh tertinggi sejak 12 Maret, sedangkan paladium menguat 0,27% ke US$ 1.499,78 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 32 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 41 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 43 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 54 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia