Kamis, 14 Mei 2026

Heboh Diskon Harga Emas

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 05:27 WIB
BAGIKAN
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Ajit Solanki)
ilustrasi emas. (Foto: AP/ Ajit Solanki)

MUMBAI, investor.id – Pasar emas India mengalami gejolak besar setelah diskon harga emas fisik melonjak ke rekor lebih dari US$ 200 per ons pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Lonjakan ini dipicu aksi ambil untung investor setelah pemerintah India menaikkan bea impor emas dan perak secara drastis.

Dikutip dari Reuters, pemerintah India resmi menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan impor logam mulia dan menjaga cadangan devisa negara.

Kenaikan tarif tersebut langsung memicu lonjakan harga emas domestik, sehingga banyak investor memilih menjual emas untuk merealisasikan keuntungan di tengah permintaan pasar yang masih lemah.

ADVERTISEMENT

“Kondisi diskon di pasar fisik benar-benar gila. Kami sampai harus mengecek ulang harga sebelum mengeksekusi transaksi,” ujar kepala divisi bullion dari salah satu bank swasta di Mumbai yang telah lebih dari dua dekade berdagang emas.

Dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 207 per ons dibanding harga resmi domestik pada Rabu, termasuk bea impor 15% dan pajak penjualan 3%. Angka itu melonjak tajam dibanding diskon hanya US$ 17 per ons sehari sebelumnya.

Kenaikan harga emas lokal juga mendorong investor melakukan aksi ambil untung melalui produk exchange traded fund (ETF) emas, sehingga pasokan emas di pasar semakin melimpah.

Sentuh Level Tertinggi

Harga kontrak berjangka emas di India, pasar konsumen emas terbesar kedua dunia, melonjak 7,2% menjadi 164.497 rupee per 10 gram, tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.

Di sisi lain, pembeli ritel dan pelaku industri perhiasan memilih menahan transaksi, yang semakin memperbesar tekanan jual di pasar.

Pemilik pedagang emas grosir Chenaji Narsinghji di Mumbai Ashok Jain mengatakan, minimnya permintaan membuat diskon emas melonjak ke level yang tidak biasa.

Pelaku pasar juga mulai khawatir kenaikan tarif impor akan memicu maraknya penyelundupan emas. Dealer bullion di Chennai menyebut margin pasar gelap kini meningkat menjadi sekitar 18%, dibanding sebelumnya sekitar 9%.

Praktik pasar gelap dilakukan dengan menyelundupkan emas dari luar negeri dan menjualnya secara tunai untuk menghindari pajak impor, sehingga harga bisa ditawarkan lebih murah dibanding pasar resmi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 56 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia