Kamis, 14 Mei 2026

Harga CPO Tersungkur ke Level Terendah 2 Bulan

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2026 | 06:09 WIB
BAGIKAN
ilustrasi CPO. (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)
ilustrasi CPO. (ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa)

Data Solvent Extractors’ Association of India menunjukkan impor minyak sawit India anjlok 26% pada April dan menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir. Pelemahan terjadi akibat lesunya permintaan industri serta kenaikan harga yang membuat selisih harga minyak sawit terhadap minyak nabati pesaing semakin tipis.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,04%, sementara kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,28%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis 0,11%.

Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pasar minyak nabati global.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia juga melemah setelah reli tiga hari beruntun. Pelaku pasar menanti perkembangan gencatan senjata di Timur Tengah serta hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Sementara itu, mata uang ringgit Malaysia menguat 0,1% terhadap dolar AS, yang membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli asing.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 28 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 29 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 40 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia