Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 19 Juni 2026: Jeblok Lagi ke Rp 17.800
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Jumat, 19 Juni 2026. Rupiah kini kembali memasuki level Rp 17.800 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 54 poin (0,30%) ke level Rp 17.848 per dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada hari Kamis (18/6/2026) ditutup melemah 32 poin ke level Rp 17.794 terhadap dolar AS.
Dikutip dari MarketScreener, Jumat (19/6/2026) rupiah melemah saat dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun pada hari Kamis, setelah pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve mendorong para pedagang untuk meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga tahun ini.
Seperti diketahui, bank sentral AS pada hari Rabu mempertahankan suku bunga tetap stabil di kisaran 3,50% hingga 3,75% saat Kevin Warsh memulai era kepemimpinannya dengan peninjauan kebijakan yang menyeluruh.
Indeks dolar AS pada hari Kamis (18/6) naik 0,45% menjadi 100,80, level tertinggi sejak Mei 2025. Indeks ini melonjak 0,85% pada sesi sebelumnya, lonjakan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan.
Sementara itu, penguatan dolar AS menyeret yen Jepang ke level terlemahnya dalam dua tahun.
Sedangkan mata uang euro menurun 0,31% menjadi $ 1,1463 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris turun 0,62% menjadi $ 1,3206 per dolar AS, keduanya mencapai level terendah dalam lebih dari dua bulan.
"Pembaruan kebijakan hawkish The Fed mengancam akan memicu terobosan bullish untuk dolar AS," kata Lee Hardman, analis mata uang senior di MUFG.
"Dolar AS telah memperoleh dukungan dari penyesuaian tajam yang lebih tinggi untuk suku bunga jangka pendek AS, lebih dari mengimbangi dampak yang meredam dari pengumuman kesepakatan AS-Iran pada akhir pekan," ungkapnya.
"Ada ruang bagi dolar AS untuk menguat lebih lanjut," kata Sarah Ying, kepala strategi FX di CIBC Capital Markets.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






