Kamis, 14 Mei 2026

BUMN Siap Tampung Dana Repatriasi Rp 300 Triliun

Penulis : Gora Kunjana
20 Jul 2016 | 16:27 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sejumlah perusahaan milik negara siap menampung dana repatriasi dari Program Amnesti Pajak hingga sekitar Rp300 triliun.

"Kita mengharapkan total dana yang bisa diserap BUMN berkisar Rp200 triliun hingga Rp300 triliun, untuk semua jenis instrumen," kata Rini usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) soal amnesti pajak di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan saat ini setidaknya 25 BUMN siap mengelola dana repatriasi hasil pengampunan pajak hingga Maret 2017 tersebut.

Menurutnya, beberapa jenis instrumen yang telah dipersiapkan BUMN tersebut meliputi penerbitan obligasi dalam denominasi dolar AS ataupun rupiah, sekuritasi aset, penawaran saham kepada publik (IPO), termasuk proyek-proyek yang sedang dibangun dan penempatan dana di bank BUMN.

"Ada juga beberapa anak perusahaan BUMN yang akan kami IPO-kan, seperti Tugu Pratama Asuransi (anak usaha Pertamina) dan HK Realty yang merupakan anak usaha Hutama Karya," ujarnya.

Sejumlah BUMN yang sudah menyatakan siap mengelola dana repatriasi lewat penerbitan obligasi antara lain, PT Pertamina (Persero), Pupuk Indonesia Holding Company, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PLN (Persero).

Ia menambahkan ada juga beberapa BUMN yang saat ini memiliki proyek-proyek
yang sedang berjalan namun sudah ada jaminan pendanaannya, dapat ditawarkan untuk memanfaatkan dana repatriasi.

Seperti pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan yang sudah selesai dan sudah ada pendapatan yang bisa dicarikan mitra agar BUMN bisa memanfaatkan dana itu untuk membangun jalan tol lain.

"Intinya, bagaimana kita memberikan peluang kepada investor-investor yang memanfaatkan tax amnesty atau yang punya dana untuk membawa uangnya kembali ke Indonesia," tegasnya.

Selain sektor infrastruktur, skema yang bisa menarik minat peserta amnesti pajak dengan dana yang tidak terlalu besar, yakni skema di BUMN yang bergerak pada sektor pertanian.

"Investasi di sektor hortikultura bisa ditawarkan bervariasi. Bisa 100 hektare, 500 hektare, bisa juga hingga 1.000 hektare," katanya. (ant/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 54 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia