BUMN Siap Tampung Dana Repatriasi Rp 300 Triliun
JAKARTA-
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sejumlah perusahaan milik negara siap
menampung dana repatriasi dari Program Amnesti Pajak hingga sekitar Rp300
triliun.
"Kita mengharapkan total dana yang bisa diserap BUMN berkisar Rp200
triliun hingga Rp300 triliun, untuk semua jenis instrumen," kata Rini usai
mengikuti rapat koordinasi (rakor) soal amnesti pajak di Kantor Menko
Perekonomian Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan saat ini setidaknya 25 BUMN siap mengelola dana repatriasi hasil
pengampunan pajak hingga Maret 2017 tersebut.
Menurutnya, beberapa jenis instrumen yang telah dipersiapkan BUMN tersebut
meliputi penerbitan obligasi dalam denominasi dolar AS ataupun rupiah,
sekuritasi aset, penawaran saham kepada publik (IPO), termasuk proyek-proyek
yang sedang dibangun dan penempatan dana di bank BUMN.
"Ada juga beberapa anak perusahaan BUMN yang akan kami IPO-kan, seperti
Tugu Pratama Asuransi (anak usaha Pertamina) dan HK Realty yang merupakan anak
usaha Hutama Karya," ujarnya.
Sejumlah BUMN yang sudah menyatakan siap mengelola dana repatriasi lewat
penerbitan obligasi antara lain, PT Pertamina (Persero), Pupuk Indonesia
Holding Company, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk,
PT PLN (Persero).
Ia menambahkan ada juga beberapa BUMN yang saat ini memiliki proyek-proyek yang sedang berjalan namun sudah ada
jaminan pendanaannya, dapat ditawarkan untuk memanfaatkan dana repatriasi.
Seperti pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan yang sudah selesai dan sudah ada
pendapatan yang bisa dicarikan mitra agar BUMN bisa memanfaatkan dana itu untuk
membangun jalan tol lain.
"Intinya, bagaimana kita memberikan peluang kepada investor-investor yang
memanfaatkan tax amnesty atau yang punya dana untuk membawa uangnya kembali ke
Indonesia," tegasnya.
Selain sektor infrastruktur, skema yang bisa menarik minat peserta amnesti
pajak dengan dana yang tidak terlalu besar, yakni skema di BUMN yang bergerak
pada sektor pertanian.
"Investasi di sektor hortikultura bisa ditawarkan bervariasi. Bisa 100
hektare, 500 hektare, bisa juga hingga 1.000 hektare," katanya. (ant/gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler


