Kamis, 14 Mei 2026

Tarian Kecak Biasa Dimainkan di GWK dan Uluwatu

Investor.id
28 Aug 2016 | 10:24 WIB
BAGIKAN

Tarian Kecak biasa dimainkan di dua lokasi, yaitu di GWK dan di Uluwatu. Lokasi yang menjadi favorit bagi wisatawan adalah Tari Kecak di Uluwatu. Sebab, selain menikmati tarian, wisatawan juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam di tebing Uluwatu.

 

ADVERTISEMENT

Tari Kecak awalnya merupakan tarian Sahyang yang hanya dilakukan di pura oleh umat Hindu karena merupakan tarian sakral. Lalu pada tahun 1930-an, atas gagasan salah seorang seniman I Wayan Limbak, tarian ini mulai dipentaskan dikhalayak ramai untuk wisatawan di Bali dengan menyertakan dramatari tokoh pewayangan, seperti Ramayana, di mana cerita berawal ketika Shinta diculik oleh Rahwana dan kera-kera dating menolong.

 

Tarian ini menggunakan roh gaib yang akan merasuki penarinya, sehingga kebal terhadap api. Ketika pertunjukan dimulai, suasana mistis pun mulai terasa saat penarinya dapat berkomunikasi dengan roh gaib.

 

Sejak saat itu, Tari Kecak Bali mulai dikenal di mancanegara pada tahun 70- an. Bahkan menurut cerita, tari Kecak Bali pertama kali muncul di Desa Bona, Gianyar, Bali dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Tariannya yang sangat fenomenal, membuat tari Kecak cepat dikenal banyak orang, termasuk turis asing.

 

Tari Kecak sendiri dimainkan oleh penari laki-laki yang jumlahnya dapat mencapai puluhan bahkan ratusan orang dengan gerakan tangan ke atas dan ke arah depan. Mereka duduk melingkar dan di tengahnya kosong. Inilah letak keunikannya.

 

Di lingkaran kosong tersebut, penari akan dikelilingi oleh api dan penari-penari yang lain membuat irama dengan berkata “cak” berkali-kali diucapkan dikumandangkan, oleh karenanya disebut dengan tari Kecak. Para penari yang duduk melingkar mengenakan bawahan kotak-kotak hitam putih seperti papan catur dari pinggang sampai bawah lutut dan tidak mengenakan pakaian apa-apa di bagian atasnya.

 

Tari kecak pun semakin berkembang dan tidak hanya terdapat di desa Bona, Gianyar tetapi banyak terdapat di beberapa tempat wisata di Bali. Saat ini, tari Kecak tidak hanya menceritakan tentang Ramayana, akan tetapi berkembang dengan tema-tema baru seperti tari Kecak Subali dan Sugriwa yang dipopulerkan tahun 1976 serta tari Kecak Dewa Ruci yang dipopulerkan tahun 1982. Kedua tema tarian ini diciptakan oleh I Wayan Dibia.

 

Tari Kecak terus menjadi popular dan menjadi kegiatan rutin dalam rangka menjamu wisatawan dan semakin banyak wisatawan yang ingin menonton tari Kecak Bali karena keunikannya. Tempat-tempat di Bali yang biasanya menampilkan pertunjukan Tari Kecak adalah Desa Batubulan yang terletak di Kabupaten Gianyar dan Jalan Hanoman yang terletak di Ubud.

 

Namun tempat yang paling disukai wisatawan dalam menonton pertunjukan Tari Kecak adalah di Pura Luhur yang terletak di Uluwatu, Kabupaten Badung. Para wisatawan menganggap hal tersebut sebagai pertunjukan terbaik dan paling populer. Jadi, bila ingin berwisata ke Bali, tidak lengkap rasanya bila tidak menikmati pertunjukan langsung tari Kecak Bali yang sangat fenomenal dan unik. (bersambung)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/pilihan-menginap-di-uluwatu/148886

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 40 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 51 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia