Jumat, 15 Mei 2026

Konsekuensi Perang Ukraina-Rusia Timbulkan Krisis

Penulis : Novy Lumanauw
11 Okt 2022 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Investor Daily Summit 2022

Presiden RI Joko Widodo, memberikan sambutan saat Investor Daily Summit 2022, Jakarta, Selasa (11/10/2022).
Investor Daily Summit 2022 Presiden RI Joko Widodo, memberikan sambutan saat Investor Daily Summit 2022, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, gelombang krisis  yang kini menimpa berbagai negara di dunia adalah konsekuensi dari peperangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia. Perang yang melibatkan kedua negara itu mengakibatkan banyak negara harus membayar harga yang sangat mahal.

“Inilah yang sering disampaikan,  membayar harga dari sebuah perang, yang harganya sangat mahal sekali,” kata Presiden Jokowi pada Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (11/10/2022).

Presiden Jokowi mengatakan, perekonomian global yang dulunya relatif mudah diprediksi, mudah dihitung, dan mudah dikalkulasi, kini menjadi dunia yang sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi, serta penuh dengan ketidakpastian yang tinggi dan penuh volatilitas yang tinggi.

ADVERTISEMENT

“Kalau dulu biasanya, semua negara ini mengejarnya pastinya bagaimana bunga bisa serendah mungkin, bagaimana inflasi bisa serendah mungkin. Dan, sekarang semuanya berubah, ditambah lagi konfrontasi geopolitik, plus perubahan iklim  sehingga sekarang kita lihat  bencana alam makin sering terjadi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengungkapkan, dalam situasi sulit sekarang ini negara manapun di dunia dapat terlempar secara cepat, keluar jalur dengan sangat mudah,  apabila tidak hati-hati dan tidak waspada, baik dalam pengelolaan moneter maupun pengelolaan fiskal.

“Apalagi setelah perang Rusia dan Ukraina. Kita tahu pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan 3%, terakhir diperkirakan sudah jatuh di angka 2,2%,” katanya.

Disebutkan, dengan ketidakpastian yang terjadi kini, seluruh elemen bangsa harus tetap optimistis dan waspada. “Harus tetap optimistis itu. Tetapi hati-hati dan waspada,  karena apapun angka-angka yang kita miliki, Indonesia pertumbuhan ekonomi di Kuartal II,  kita termasuk yang terbaik di dunia, yaitu 5,44%,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, inflasi secara nasional juga masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kita masih di bawah angka 6%, yaitu 5,9%. Ini juga tetap harus kita syukuri karena kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, sekarang ini di Argentina sudah 83,5%,” kata Presiden Jokowi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia