Jumat, 15 Mei 2026

Waspada, Program E-katalog Rawan Jadi Sarang Korupsi

Penulis : Hendro D Situmorang
20 Des 2022 | 14:48 WIB
BAGIKAN
Meko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Meko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mewanti-wanti program e-katalog bisa menjadi rawan sarang korupsi, karena menghimpun anggaran negara yang sangat besar jumlahnya.

Maka dari itu, menurut dia, program tersebut perlu perubahan atau restrukturisasi. Aplikasi belanja online untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah ini memiliki banyak masalah, sehingga sulit untuk bisa dipecahkan. Akhirnya harus mengadu kepada Presiden Jokowi mengenai rumitnya mengurus e-katalog.

"Waktu saya ditunjuk oleh Presiden untuk mengurus masalah e-katalog ini, saya bergumul hampir setahun, karena memang rumit. Akhirnya saya pikir-pikir harus ada perubahan," ujarnya saat Peluncuran Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Lobby Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).

ADVERTISEMENT

Akhirnya Luhut harus melaporkannya kepada Presiden Jokowi, bahwa diperlukannya perlu direstrukturisasi, karena e-katalog itu ada Rp 1.600 triliun yang bisa dimasukkan ke dalam, yaitu Rp 1.200 triliun dari belanja pemerintah dan Rp 400 triliun belanja dari BUMN. Hal itu sama dengan USD 105 miliar.

Dia menyarankan, program ini dapat dikelola oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas. Menurut dia, hal ini untuk mendorong pemanfaatan e-katalog dengan lebih baik.

"Jadi kita tidak perlu mencari mana macam korupsi, itu salah satu tempat korupsi. Jadi sarangnya, targeted. Jadi, kalau ini kita bereskan, keluar itu sudah pasti makin baik. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan," tegas Luhut.

"Semua sudah kita digitalitasi. Jadi orang mau korupsi apa lagi. Kan uangnya di situ," jelas Luhut.

Dia membeberkan di mana anggaran negara yang menjadi salah satu sarang korupsi. Luhut pun berharap sistem pencegahan korupsi berjalan baik, sehingga tidak ada korupsi di salah satu sarangnya itu.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia