Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Sebut Kinerja Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Dolar AS

Penulis : Grace El Dora
24 Jul 2023 | 14:13 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (BPMI Setpres)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (BPMI Setpres)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan rupiah telah menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS). Ini dikarenakan rupiah termasuk nilai tukar yang mengalami apresiasi.

“Nilai tukar rupiah kita termasuk yang mengalami apresiasi, dibandingkan dolar AS dan banyak negara yang sudah terkoreksi cukup dalam,” kata Menteri Sri Mulyani dalam pernyataan resmi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) KiTa edisi Juli 2023 menurut laporan Antara, memantau konferensi pers secara daring di Jakarta pada Senin (24/7).

Kementerian Keuangan mencatat nilai tukar rupiah tetap melanjutkan tren apresiasi sejak awal 2023, dengan capaian 4,7% sejak awal tahun atau year to date (YTD) per 21 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, indeks dolar AS masih terdepresiasi di level 2,4% akibat persepsi pasar atas arah kebijakan moneter AS.

Selain dolar AS, mata uang sejumlah negara juga menunjukkan nilai tukar yang terdepresiasi. Misalnya, won Korea Selatan terdepresiasi di level 1,8%, ringgit Malaysia melemah 3,6%, dan yen Jepang turun 8,1%.

Di sisi lain, arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia masih mencatatkan inflow hingga minggu ketiga Juli 2023.

Inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar Rp 86,18 triliun secara YTD, dengan inflow pada Juni mencapai Rp 17,53 triliun dan inflow Juli sebesar Rp 1,48 triliun.

Sedangkan inflow di pasar saham tercatat senilai Rp 19,22 triliun YTD. Pada Juni, pasar saham mencatatkan outflow sebesar Rp 4,38 triliun. Kemudian pada Juli, tercatat inflow sebesar Rp 3,02 triliun.

“Satu hal yang juga harus kita perhatikan adalah imbal hasil (yield) SBN Indonesia terus mengalami perbaikan, sehingga cost of fund bisa kita tekan di tengah-tengah Federal Reserve yang terus menaikkan suku bunga,” jelas Menkeu.

Menurut Sri Mulyani, kinerja baik pasar SBN yang tetap terjaga didukung oleh likuiditas domestik yang cukup dan performa arus modal asing yang masuk ke dalam negeri.

Dengan demikian, Bendahara Negara optimistis kinerja pasar keuangan domestik tetap positif di tengah berlanjutnya sentimen kebijakan moneter The Fed yang menjadi perhatian pasar AS dan global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia