Kamis, 14 Mei 2026

Hampir Seluruh Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan di Kaltim, El Nino sudah Dimulai? 

Penulis : Fuad Iqbal
11 Aug 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Sejumlah lahan pertanian di Kaltim dilandan kekeringan
Sejumlah lahan pertanian di Kaltim dilandan kekeringan

SAMARINDA, Investor.id –  El nino ditengarai membuat sebagian besar lahan pertanian mengalami kekeringan di sejumlah wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Bahkan, BPBD Kaltim mencatat hanya satu kabupaten dari total 10 kabupaten/kota yang belum mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Propinsi Kaltim Agus Tianur mengatakan, BPBD telah mendapatkan intruksi dari pemerintah pusat untuk mengutamakan adaptasi selama musim kemarau ini. Adaptasi itu terutama ditujukan bagi para pelaku di bidang pertanian dan perkebunan.

Adaptasi itu melalui metode penggantian bibit tanaman yang ditanam oleh para petani dengan bibt tanaman yang tidak membutuhkan banyak pasokan air.  "Mewaspadai kekeringan, mengantisipasi, mitigasi dan melakukan adaptasi terhadap cuaca. Contoh kalau adaptasi ini misalnya kalau pertanian menyesuaikan jenis tanaman yang ditanam," kata Agus saat ditemui awak media di Kota Samarinda, Jumat pagi (11/8/2023).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil mitigasi yang telah dilakukan oleh tim BPBD dari 10 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur, dia mengatakan, hampir seluruhnya terdampak bencana kekeringan.

Sejauh ini hanya ada satu kabupaten, yakni Kabupaten Mahakam Ulu atau Mahulu, yang belum terdampak bencana kekeringan. Pasalnya, di Kabupaten Mahulu, justru terjadi anomali cuaca, sehingga curah hujan di kawasan itu masih cenderung normal.

Sedangkan, kabupaten Berau, Bontang, hingga Paser, seluruhnya telah terdampak kekeringan. "Sebenarnya yang rawan dari utara ke selatan, jadi Berau, Kutim, Bontang, masuk sampai ke Paser. Yang mengalami anomali Mahulu, Mahulu itu yang perbatasan Malaysia dan Kaltara itu malah hujannya normal, tapi kan di sana kawasan hutan tidak ada pertanian," terangnya.

Hingga Agustus 2023 ini, masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan kebutuhan air bersih, lantaran masih aman. Sedangkan untuk para petani, rencananya segera dilakukan langkah antisipasi, seperti membangun tempat penampungan air sementara hingga penerapan sumur bor.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia