Punya Hak Prerogatif, Prabowo Dapat Meminta Masukan Jokowi Soal Pilihan Menteri
JAKARTA, investor.id – Selaku presiden terpilih, Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif dalam menentukan susunan kabinet yang akan membantu pemerintahannya. Namun, tidak menutup kemungkinan pula, Prabowo akan meminta saran atau masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memilih para menterinya.
Hal ini dapat dimaklumi karena Presiden Jokowi sudah memiliki pengalaman dua periode memimpin kabinet.
Menurut Ketua Umum (Ketum) relawan Presiden Jokowi atau relawan Solmet, Silfester Matutina, Presiden Joko Widodo menghormati hak prerogatif Prabowo selaku presiden terpilih dalam menentukan menteri. Keduanya sama-sama saling menghormati.
“Untuk penentuan menteri, Pak Jokowi akan menyerahkan sepenuhnya ke Pak Prabowo dan Pak Jokowi menghormati hak prerogatif presiden terpilih Pak Prabowo," ujar Silfester saat dihubungi BTV, Rabu (01/05/24).
Namun, kata Silfester, Prabowo pasti akan meminta masukan Presiden Jokowi termasuk dalam penyusunan kabinet. Pasalnya, dalam diri Jokowi terdapat pengalaman sebagai seorang presiden yang selama ini sudah membentuk tim kabinet yang baik.
Di sisi lain, Jokowi tentunya akan memberikan masukan sepanjang diminta oleh Prabowo-Gibran.
"Saya rasa perlu juga tim transisi ini untuk memetakan semua termasuk persoalan, kebijakan-kebijakan ini, program ini yang yang dipegang kementerian yang mana," ungkap Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini.
Dijelaskan Silfester, Jokowi juga tidak pernah menitipkan nama-nama menteri di kabinet Prabowo-Gibran seperti isu yang beredar.
"Itu tidak benar, sampai saat ini, Pak Jokowi tidak pernah menitipkan nama-nama menteri, kalau berbicara nama, kalau mereka berdua berbicara secara pribadi, pasti ada," tandas dia.
Lebih lanjut, Silfester juga menggambarkan relasi yang harmonis antara Prabowo dan Jokowi. Menurut Silfester, Prabowo dan Silfester sudah memiliki chemistry dan partner yang saling mengisi dalam bekerja sehingga sulit dipisahkan.
"Saya pikir Pak Jokowi dan Pak Prabowo chemistry-nya sudah dapat, dari lawan politik akhirnya menjadi partner dalam bekerja, bahkan duet Pak Jokowi dan Pak Prabowo bagus sekali, saling mengisi dan akan bertahan selamanya. Saya membantah isu-isu yang mengatakan bahwa Pak Jokowi akan ditinggalkan atau Pak Jokowi akan meninggalkan Pak Prabowo, Mas Gibran. Saya pikir itu nggak ada, semuanya baik-baik saja," pungkas Silfester.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






