Jumat, 15 Mei 2026

BI Optimis Kurs Rupiah Tetap Stabil

Penulis : Grace El Dora
17 Jul 2024 | 17:35 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) optimis nilai tukar (kurs) rupiah akan terus menguat dan stabil. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan hal ini dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (17/7/2024).

“Ke depan, nilai tukar rupiah diprakirakan bergerak stabil dalam kecenderungan menguat,” tegasnya, Rabu.

Per per 16 Juli 2024, mata uang rupiah telah menguat 1,21% dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024. Perry mengatakan, penguatan itu dipengaruhi oleh langkah intervensi BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta fundamental perekonomian yang solid.

ADVERTISEMENT

Rupiah mencetak nilai pelemahan yang lebih baik bila dibandingkan dengan mata uang negara Asia lainnya. Dilihat dari level akhir Desember 2023, nilai tukar rupiah melemah 4,84% sejak awal tahun (year to date/ YTD).

Sedangkan peso Filipina, baht Thailand, dan won Korea masing-masing melemah 5,14%, 5,44%, dan 7,03% secara YTD.

Penguatan rupiah akan dipengaruhi oleh menariknya imbal hasil (yield) di pasar obligasi, rendahnya inflasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus stabil, hingga komitmen bank sentral dalam menstabilkan rupiah. Kondisi ini akan dapat mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing, ujar Perry.

Lebih lanjut Perry mengatakan, BI juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha. Ini akan mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

Dilihat dari sisi moneter, BI terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter pro-market. Instrumen ini adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI).

Sebagai informasi, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp 775,45 triliun, US$ 1,82 miliar, dan US$ 267 juta per 15 Juli 2024.

Penerbitan SRBI telah mendukung aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri, yang tercermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp 220,35 triliun atau 28,42% dari total outstanding.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia