Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Tak Persoalkan PSN Warisannya Dievaluasi Prabowo

Penulis : Wijayanti Putri
14 Jan 2025 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 14 Januari 2025. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 14 Januari 2025. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

SOLO, investor.id - Presiden Prabowo Subianto bakal mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) warisan pemerintahan terdahulu. Menyusul terjadinya sejumlah kritik dan protes dari masyarakat, terkait sejumlah PSN yang dinilai tidak memberi manfaat bahkan merugikan masyarakat.  

Menanggapi hal itu, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempersoalkannya.

“Ya nggak apa-apa, kan baik. Dievaluasi akan baik, dikoreksi akan baik,” ujarnya saat ditemui di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara No.1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2025). 

ADVERTISEMENT

Jokowi mengatakan belum tentu apa yang diputuskan pemerintah saat itu, termasuk PSN 100% berjalan dengan baik sehingga memang diperlukan evaluasi agar proyek tersebut menjadi semakin baik.  

“Belum tentu yang kita putuskan itu betul 100%. Kan bisa dikoreksi, bisa dievaluasi saya kira akan bagus,” kata dia.

Sedangkan saat ditanya mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) apakah dirinya akan keberatan jika nantinya juga dievaluasi oleh Presiden Prabowo, Jokowi meyakini jika Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menjaga komitmen meski IKN tidak masuk dalam 8 Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Ya nyatanya anggarannya untuk IKN kan tetap. Wong sudah lama (dititipkan),” ucap Jokowi. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Presiden Prabowo akan mengevaluasi sejumlah PSN yang dinilai kurang berguna untuk masyarakat.

“Pak Prabowo akan melakukan hal-hal kecil untuk rakyat untuk kemudian bagaimana supaya mengevaluasi yang namanya proyek-proyek strategis nasional yang kurang berguna untuk masyarakat,” kata Sufmi dalam seminar "Pembangunan Indonesia 2025: Harapan dan Tantangan" di Jakarta.

Diketahui terdapat 233 PSN selama pemerintahan Presiden ke-7 RI, Jokowi. Dari jumlah tersebut sebanyak 105 proyek dinyatakan rampung per November 2024 serta 28 proyek dan 10 program telah beroperasi. 

Sementara itu, total ada 44 proyek dan tiga program yang masih dalam tahap pembangunan serta lima proyek masih dalam proses transaksi. Adapun sebanyak 46 proyek dan tiga program masih dalam proses penyiapan. Beberapa di antaranya ada yang diwariskan pemerintahan sebelumnya untuk diteruskan Presiden Prabowo.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia