Jumat, 15 Mei 2026

Luhut Tersinggung Kepatuhan Pajak Indonesia Disamakan dengan Nigeria

Penulis : Bambang Ismoyo
15 Jan 2025 | 16:45 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tersinggung setelah kepatuhan pajak Indonesia disamakan dengan Nigeria. Anggapan tersebut diutarakan Bank Dunia (Bank Dunia) saat melakukan pertemuan bersama Luhut beberapa waktu lalu.

Pihaknya menyebut kepatuhan pajak Indonesia disebut masih cukup rendah.

"Waktu World Bank datang ke kantor saya, tiga minggu yang lalu mengatakan Indonesia salah satu negara yang koleksi pajaknya paling jelek," ungkap Luhut saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

ADVERTISEMENT

"Kita disamakan sama Nigeria waktu itu, saya agak tersinggung juga itu," kata Luhut. Oleh karenanya, pemerintah kini mengupayakan perbaikan ekosistem pelayanan dan kepatuhan pajak di dalam negeri.

Upaya ini akan dilakukan dengan implementasi sistem pelayanan dan pengawasan pajak secara digital, atau disebut Coretax. Coretax akan dibuat tersinkronasi dengan sistem teknologi pemerintahan bernama GovTech.

Luhut meminta agar semua pihak untuk tak langsung memberikan kritik di awal-awal implementasi Coretax.

"Ya tentu dalam satu bulan pertama, orang pastilah ada yang kurang sana-sini. Terus orang kritik, jangan buru-buru kritik," tambah dia. Berdasarkan catatan DEN, apabila inovasi tersebut dijalankan dengan baik maka potensi nilai pajak yang diraup pemerintah akan maksimal.

Tak tanggung-tanggung, nilai potensi yang dapat dimaksimalkan sekitar 6,5% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Jika dikonversi ke rupiah, angkanya dapat menembus Rp 1.500 triliun.

Apabila sistem ini telah berjalan optimal, maka masyarakat yang belum menunaikan tanggungan pajak akan kesulitan dalam mengurus dokumen-dokumen di lembaga pemerintahan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 26 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia