Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Arahkan TNI Kawal Industri Termasuk Kelapa Sawit

Penulis : Grace El Dora
20 Jan 2025 | 09:24 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang memindahkan hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. Presiden Prabowo meminta para aparat negara untuk mengawal industri, termasuk untuk melakukan pengamanan terhadap industri kelapa sawit. (Foto : Tri Listiyarini)
Pekerja sedang memindahkan hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. Presiden Prabowo meminta para aparat negara untuk mengawal industri, termasuk untuk melakukan pengamanan terhadap industri kelapa sawit. (Foto : Tri Listiyarini)

Menurut keterangan, hal ini telah disampaikan Hariyanto dalam pidatonya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) RPJMN Tahun 2025-2029, di Kantor Kementerian PPN/ Bappenas, Jakarta pada 30 Desember 2024.

Presiden Prabowo Subianto menyebut tidak perlu takut dengan deforestasi. Dia menyatakan ingin menambah tanaman kepala sawit.

"Dan saya kira ke depan kita juga harus tambah tanam kelapa sawit, enggak usah takut membahayakan, apa itu deforestation, iya kan," ucap Presiden.

ADVERTISEMENT

Prabowo menambahkan, kepala sawit juga pohon berdaun yang juga bisa mengeluarkan oksigen dan menyerap karbon dioksida (CO2). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga meminta semua aparat daerah, TNI/ Polri untuk menjaga keamanan industri sawit.

“Jadi jagalah para bupati, gubernur, tentara, polisi, jagalah kebun kelapa sawit kita. Itu aset negara," ungkap Presiden Prabowo.

Secara terpisah, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengapreasiasi dukungan Presiden Prabowo yang memerintahkan aparat negara untuk menjaga keamanan industri kelapa sawit.

Sebab, meski jumlahnya mulai berkurang, penjarahan dan pencurian kepala sawit sampai saat ini masih terjadi di daerah tertentu. Menurut Eddy, selama ini masing-masing perusahaan sawit yang rawan terjadi pencurian dan penjarahan sudah koordinasi dengan aparat keamanan.

“Yang menjadi masalahnya adalah apabila yang menuntut sesuatu ke perusahaan kemudian memblokir kebun sehingga operasional terganggu, di sini bukan hanya membutuhkan pengamanan tetapi juga butuh keterlibatan pemerintah daerah (pemda) untuk penyelesaian masalah ini,” jelas Eddy.

Ia berharap, industri sawit semakin kondusif dengan tata kelola yang lebih baik di masa depan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia