Jumat, 15 Mei 2026

Duga Ada Suap ke 95 Anggota DPD, Mantan Staf Lapor ke KPK

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
18 Feb 2025 | 19:15 WIB
BAGIKAN
Logo KPK. (Dok. B-Universe Photo/Ruht Semiono)
Logo KPK. (Dok. B-Universe Photo/Ruht Semiono)

JAKARTA, investor.id – Pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029 diduga diwarnai aksi suap. Hal ini terungkap setelah mantan staf di DPD Fithrat Irfan melaporkan dugaan suap tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irfan menyebut, dugaan suap tersebut mengalir ke sekitar 95 anggota DPD.

Didampingi kuasa hukumnya, Azis Yanuar, Irfan datang ke kantor KPK untuk menyampaikan laporan. Dalam laporan tersebut termasuk terhadap senator asal Sulawesi Tengah (Sulteng), RAA yang diklaimnya merupakan mantan bosnya. 

"Saya melaporkan salah satu anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah inisial RAA. Indikasinya itu beliau menerima dugaan suap untuk kompetisi pemilihan Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD. Itu melibatkan 95 orang yang ada, anggota dewan yang ada di DPD RI dari 152 totalnya," kata Irfan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

ADVERTISEMENT

Diungkapkan Irfan, satu anggota DPD diduga mendapat US$ 13 ribu dengan tujuan memberikan suara pada pemilihan Ketua DPD dan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD. Uang dimaksud diduga bersumber dari pihak yang ingin memenangkan pemilihan tersebut.

"Untuk Ketua DPD RI itu ada nominal US$ 5 ribu dolar per orang dan untuk Wakil Ketua MPR itu ada US$ 8 ribu. Jadi ada US$ 13 ribu total yang diterima (mantan) bos saya," ungkap Irfan. 

Uang tersebut diduga diserahkan secara door to door ke tiap ruangan anggota DPD. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening bank.

"Saya berempat semuanya, saya, saudara RAA bos saya ada dua perwakilan yang dititipkan dari Ketua DPD RI yang terpilih ini nah itu diposisikan sebagai bodyguard. Satu bodyguard satu driver untuk mengawal uang ini biar enggak bisa tertangkap OTT di jalan. Jadi uang itu ditukarkan dengan suara hak mereka untuk memilih salah satu dari pasangan calon ini," tutur Irfan.

Dalam kesempatan yang sama, Azis Yanuar sempat memperlihatkan tanda bukti penerimaan laporan masyarakat. Dia menyebut, pihaknya telah memberikan bukti-bukti tambahan kepada KPK mengenai materi laporan yang disampaikan. 

"Buktinya tadi ada rekaman pembicaraan antara Pak Irfan dengan seorang petinggi partai. Jadi di sini bukan hanya terkait DPD, ternyata ada juga petinggi partai yang diduga terlibat. Rekaman suara," ucap Azis.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia