Duga Ada Suap ke 95 Anggota DPD, Mantan Staf Lapor ke KPK
JAKARTA, investor.id – Pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029 diduga diwarnai aksi suap. Hal ini terungkap setelah mantan staf di DPD Fithrat Irfan melaporkan dugaan suap tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irfan menyebut, dugaan suap tersebut mengalir ke sekitar 95 anggota DPD.
Didampingi kuasa hukumnya, Azis Yanuar, Irfan datang ke kantor KPK untuk menyampaikan laporan. Dalam laporan tersebut termasuk terhadap senator asal Sulawesi Tengah (Sulteng), RAA yang diklaimnya merupakan mantan bosnya.
"Saya melaporkan salah satu anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah inisial RAA. Indikasinya itu beliau menerima dugaan suap untuk kompetisi pemilihan Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD. Itu melibatkan 95 orang yang ada, anggota dewan yang ada di DPD RI dari 152 totalnya," kata Irfan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Diungkapkan Irfan, satu anggota DPD diduga mendapat US$ 13 ribu dengan tujuan memberikan suara pada pemilihan Ketua DPD dan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD. Uang dimaksud diduga bersumber dari pihak yang ingin memenangkan pemilihan tersebut.
"Untuk Ketua DPD RI itu ada nominal US$ 5 ribu dolar per orang dan untuk Wakil Ketua MPR itu ada US$ 8 ribu. Jadi ada US$ 13 ribu total yang diterima (mantan) bos saya," ungkap Irfan.
Uang tersebut diduga diserahkan secara door to door ke tiap ruangan anggota DPD. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening bank.
"Saya berempat semuanya, saya, saudara RAA bos saya ada dua perwakilan yang dititipkan dari Ketua DPD RI yang terpilih ini nah itu diposisikan sebagai bodyguard. Satu bodyguard satu driver untuk mengawal uang ini biar enggak bisa tertangkap OTT di jalan. Jadi uang itu ditukarkan dengan suara hak mereka untuk memilih salah satu dari pasangan calon ini," tutur Irfan.
Dalam kesempatan yang sama, Azis Yanuar sempat memperlihatkan tanda bukti penerimaan laporan masyarakat. Dia menyebut, pihaknya telah memberikan bukti-bukti tambahan kepada KPK mengenai materi laporan yang disampaikan.
Baca Juga:
DPD Desak Penambahan Petugas Haji 2025"Buktinya tadi ada rekaman pembicaraan antara Pak Irfan dengan seorang petinggi partai. Jadi di sini bukan hanya terkait DPD, ternyata ada juga petinggi partai yang diduga terlibat. Rekaman suara," ucap Azis.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Tag Terpopuler
Terpopuler






