Komisi III DPR Apresiasi Kejagung Kembalikan 1 Juta Hektare Lahan Korupsi
JAKARTA,investor.id- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan 1 juta hektare lahan korupsi ke negara. Menurut Sahroni, langkah Kejagung tersebut merupakan wujud nyata upaya Kejagung mengembalikan kerugian keuangan negara.
"Komisi III mengapresiasi upaya maksimal Kejagung, melalui Satgas PKH atau Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dalam mengembalikan kerugian negara," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (28/3/2025).
Hanya saja, Sahroni tetap meminta Kejagung melakukan pengawasan terhadap aset-aset yang sudah diserahkan kepada negara agar tak dikorupsi lagi.
Selanjutnya walaupun sudah diserahkan ke BUMN, saya minta Kejagung tetap lakukan pengawasan. Jangan sampai aset sitaan malah dikorupsi lagi, nggak pulih-pulih nanti kerugian negaranya," tandas Sahroni.
Lebih lanjut, Sahroni pun menyebut Komisi III DPR bakal terus mendukung segala upaya tegas Kejagung dalam memulihkan kerugian negara.
“Pengembalian kerugian negara ini aspek paling penting dalam penanganan korupsi. Mau itu dalam bentuk uang tunai ataupun aset. Jadi Kejagung harus lanjutkan kinerja seperti ini. Ada kasus korupsi, langsung lacak aliran uangnya, kejar aset-asetnya, sita, lalu kembalikan ke negara," tutur Sahroni.
Sebelumnya, Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, selaku ketua pelaksana Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengatakan pihaknya telah menyita dan menguasai 1.001.674,14 hektare lahan sawit ilegal dari target 1.177.194,34 hektare. Proses penguasaan dan penyerahannya dilakukan secara bertahap.
“Ini kita kuasai tersebar di 9 provinsi, 64 kabupaten, dan terdiri dari 369 perusahaan,” ujar Febrie di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Febrie mengungkapkan, sejumlah lahan sawit yang sudah dikuasai telah diserahkan kepada BUMN PT Agrinas Palma Nusantara.
“Dari data luasan kawasan hutan yang telah berhasil dikuasai tersebut, Satgas PKH pada tanggal 10 Maret 2025 telah melakukan penyerahan tahap 1 atas luasan lahan kawasan hutan kepada PT Agrinas Palma Nusantara Persero seluas 221.868,421 hektare yang sebelumnya dikuasai oleh Duta Palma Group,” tutur dia.
“Alhamdulillah, pada hari ini Satgas PKH kembali bersiap untuk menyerahkan luasan lahan kawasan hutan yang akan diserahkan seluas 216.997,75 hektare yang terdiri dari 109 perusahaan," pungkas Febrie.
Editor: Emanuel
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





