Jumat, 15 Mei 2026

DPR Optimistis Mudik Bisa Dongkrak Ekonomi

Penulis : Yustinus Patris Paat
1 Apr 2025 | 13:35 WIB
BAGIKAN
Pemudik disambut keluarga setibanya di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (28/3/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Pemudik disambut keluarga setibanya di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (28/3/2025). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

JAKARTA,Investor.id -Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengatakan, pihaknya optimistis Mudik Lebaran 2025 bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah. Dia meyakini para pemudik akan membelanjakan uang yang dibawa sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian di daerah.

"Ya dengan sendirinya. Karena pemudik itu kan pasti membawa uang, dan kembali ke sana pasti belanja di sana. Oleh karena itu, pasti akan terjadi perputaran di daerah. Berapa yang hidup masyarakat kita di sana, pemilik bus di sana yang dipakai, masyarakat penjual warung di sana, semua akan terjadi pertumbuhan yang baik di situ," ujar Ridwan Bae dikutip Selasa (1/4/2025).

Ridwan Bae memastikan perputaran uang pasti terjadi di daerah tujuan mudik. Meskipun, kata dia, besaran tergantung jumlah pemudik dan banyaknya uang yang mereka keluarkan. "Yang enaknya itu, uang itu akan tinggal di daerah di situ sendiri. Jadi aspek pertumbuhan ekonomi pasti akan terjadi. Soal besar-kecilnya, tergantung," ucap politisi Golkar tersebut.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan mudik kali lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya angka kecelakaan mengalami penurunan. Meski, kata dia, pihaknya sempat cemas dengan adanya efisiensi anggaran khususnya di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) soal anggaran perbaikan jalan. "Tetapi kalau kita lihat, warnanya, suasananya tenang-tenang saja. Maka berarti insyaallah tidak terjadi apa-apa," kata dia.

Sementara, Pakar pariwisata sekaligus dosen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar) Sari Lenggogeni mengatakan, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum strategis dalam menguatkan roda perekonomian maupun pariwisata di tanah air. "Libur Lebaran menciptakan perputaran ekonomi, terutama lima hari sebelum dan tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri," kata dia dikutip dari Antara.

Provinsi Sumbar, kata dia lagi, berpeluang besar meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sisi pariwisata saat Lebaran. Selain didukung keberadaan alam yang indah, Ranah Minang juga termasuk lima provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak setiap tahunnya bersama beberapa provinsi lain di Pulau Jawa.

Tingginya mobilitas masyarakat ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Lebaran, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap sektor ekonomi khususnya pariwisata. Dari tiga jenis musim libur utama setiap tahunnya yakni libur natal dan tahun baru, Lebaran dan libur sekolah, libur Lebaran menjadi puncak pergerakan masyarakat dengan volume kunjungan yang paling signifikan. "Fenomena ini menjadikan Sumbar sebagai salah satu pusat mobilitas terutama dari kalangan perantau," kata dia.

Para perantau Minang yang datang tidak hanya sekadar bersilaturahmi, tetapi juga mengeksplorasi destinasi wisata bersama keluarga. Hal ini disebut juga dengan nostalgia tourism dimana kerinduan terhadap kampung halaman, memori masa kecil dan kebersamaan menjadi daya tarik utama. "Hari pertama Lebaran biasanya berkumpul di rumah bersama keluarga, sementara hari kedua dan ketiga berkunjung ke destinasi wisata," ujar Sari.

Dia menambahkan momentum Lebaran menjadikan pusat-pusat ekonomi lokal sebagai magnet kunjungan wisatawan (puller destination). Ini menunjukkan bahwa pembangunan ke depan perlu diarahkan pada penguatan destinasi yang memiliki potensi ekonomi. "Pembangunan berbasis destinasi akan memperkuat daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar," katanya.

Terakhir, ia mengingatkan pentingnya transparansi harga di setiap objek wisata terutama terkait makanan, minuman hingga tarif parkir. Sebab, jika hal ini tidak dilakukan pelaku usaha maka bisa merusak citra positif pariwisata yang sudah dibangun.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia