Belum Ada Tersangka, Ketua KPK Klaim Tak Ada Kendala Tangani Kasus CSR BI
JAKARTA, investor.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mengeklaim tidak ada kendala yang dihadapi pihaknya dalam menangani kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia. Namun, KPK belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
"Ada saatnya nanti segera ditetapkan (tersangka)," kata Setyo di Jakarta, dikutip Kamis (1/5/2025).
Setyo menerangkan, pihaknya tetap melanjutkan penanganan kasus tersebut. KPK terus mengkaji dan mendalami materi kasus ini sebelum nantinya menentukan tindak lanjutnya.
"Sampai dengan hari ini tidak ada (kendala)," ujar Setyo.
Sebelumnya, KPK memeriksa anggota DPR, Satori (S), Senin (21/4/2025) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).
Satori sudah tiga kali menjalani pemeriksaan KPK untuk kasus tersebut. Melalui pemeriksaan ini, lembaga antikorupsi itu mendalami seputar penggunaan dana CSR BI oleh Satori dan yayasan yang dia bentuk.
"Kita mendalami CSR yang digunakan oleh Pak S. Artinya digunakan oleh yayasan yang dibentuk Pak S," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Dalam kasus ini, KPK menduga Satori dan anggota DPR, Heri Gunawan (HG) membentuk yayasan untuk menerima dana CSR BI. Keduanya memiliki yayasan yang berbeda satu sama lainnya.
"Berbeda antara Pak S dengan Pak HG. Jadi ini masing-masing melakukan, dia mendirikan yayasan, membentuk yayasan untuk menerima CSR. Yayasannya berbeda, bukan yayasan yang sama karena ini dapilnya juga berbeda," ujar Asep.
KPK turut membuka peluang memanggil kembali Heri Gunawan untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Namun, belum diketahui persisnya kapan yang bersangkutan akan kembali dipanggil.
"Nanti, kita akan memanggil Pak HG untuk CSR yang digunakan oleh Pak HG," tutur Asep.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






