Jumat, 15 Mei 2026

Tegaskan Tak Ada Intervensi, KPK Tetap Proses Kasus CSR BI Secara Profesional

Penulis : Yustinus Patris Paat
9 Mei 2025 | 21:26 WIB
BAGIKAN
Ketua KPK Setyo Budiyanto di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Mei 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)
Ketua KPK Setyo Budiyanto di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Mei 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan tidak intervensi dalam pengusutan kasus dugaan korupsi terkait dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility Bank Indonesia (CSR BI). KPK, akan memproses kasus tersebut sesuai dengan prosedur berlaku, transparan dan profesional.

"Kita selesaikan, nggak ada (intervensi)," ujar Setyo saat ditemui di sela-sela acara pemutaran perdana film Stranas PK 'Nyanyi Sunyi dalam Rantang' di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2024). 

Hingga saat itu, KPK belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi CSR BI tersebut. Setyo mengajak publik untuk bersabar karena KPK akan mengusut tuntas kasus tersebut termasuk kemungkinan segera menetapkan tersangka.

ADVERTISEMENT

"Kita lihat aja nanti, mungkin tahap berikutnya akan segera ditindaklanjuti oleh penyidik," tandas Setyo.

Sebelumnya, Tim Juri Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya tetap mendalami keterangan Anggota Komisi XI DPR Satori yang menyatakan semua anggota Komisi XI DPR menerima duit korupsi kasus CSR BI.

KPK, kata Budi, akan mempertimbangkan, apakah para anggota Komisi XI DPR akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus korupsi dana CSR BI tersebut. 

"KPK tentu akan mendalami setiap informasi yang didapat dan diperoleh dari proses pemeriksaan. Dan penyidik nanti akan mempertimbangkan perlu tidaknya, atau mempertimbangkan saksi-saksi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan atau proses penyidikan perkara tersebut," ujar Budi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/5/2025).

KPK, kata Budi, juga menjadwalkan ulang pemanggilan Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro setalah dua kali mangkir dari panggilan KPK. Dia menegaskan, penjadwalan atau pemanggilan para saksi tergantung kebutuhan penyidikan atas kasus korupsi dana CSR BI tersebut.

"Setiap penjadwalan ataupun pemanggilan para saksi tentunya berbasis pada kebutuhan dari penyidikan untuk seperti apa informasi ataupun keterangan yang dibutuhkan dari pihak-pihak yang nantinya akan diundang atau dipanggil sebagai saksi, guna melengkapi informasi ataupun alat bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara tersebut," jelas Budi. 

Diketahui, KPK pernah memanggil Fauzi Amro dan rekannya di DPR Charles Meikyansyah untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus CSR BI pada Kamis (13/3/2025). Tetapi keduanya tidak hadir dengan alasan ada kegiatan ke daerah yang sudah terdjadwal sebelumnya. KPK kemudian memanggil ulang keduanya, Rabu (30/4/2025) dan lagi-lagi mangkir.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa anggota DPR Satori (S) pada Senin (21/4/2025) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi CSR BI. Satori sudah tiga kali menjalani pemeriksaan KPK untuk kasus tersebut. Melalui pemeriksaan ini, penyidik mendalami seputar penggunaan dana CSR BI oleh Satori dan yayasan yang dia bentuk.

"Kita mendalami CSR yang digunakan oleh Pak S. Artinya digunakan oleh yayasan yang dibentuk Pak S," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur di Jakarta, Selasa (22/4/2025). 

Dalam kasus ini, KPK menduga Satori dan anggota DPR Heri Gunawan (HG) membentuk yayasan untuk menerima dana CSR BI. Keduanya memiliki yayasan yang berbeda satu sama lainnya.

"Berbeda antara Pak S dengan Pak HG. Jadi ini masing-masing melakukan, dia mendirikan yayasan, membentuk yayasan untuk menerima CSR. Yayasannya berbeda, bukan yayasan yang sama karena ini dapilnya juga berbeda," ujar Asep.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia