Jumat, 15 Mei 2026

Kejagung Nyatakan Siap Bantu Satgas Pangan Usut Kasus Beras Oplosan

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
23 Jul 2025 | 21:11 WIB
BAGIKAN
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna

JAKARTA, investor.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan siap mendukung Kepolisan Republik Indonesia melalui Satgas Pangan mengusut masalah beras oplosan. Dukungan Kejagung diberikan sesuai kapasitas dan kewenangannya.

"Nanti penuntut umum juga kita. Kita support," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna di kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (23/7/2025). 

Satgas Pangan Polri diketahui juga tengah mendalami masalah beras oplosan. Di sisi lain, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kejagung tengah mendalami perkara ini.

ADVERTISEMENT

"Apakah ranahnya itu pidana umum atau pidsus (pidana khusus) korupsi," ujar Anang.

Kejagung bisa ikut menangani kasus ini jika ditemukan unsur dugaan korupsinya. Namun, jika kasus ini masuk ke ranah pidana umum (pidum), maka Polri yang akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

Seusai perkara ini dilimpahkan ke persidangan, baru kemudian jaksa penuntut umum akan ikut terlibat dalam penanganan masalah ini.

"Tapi ketika nanti ke pidum, kan rekan penyidik Polri yang punya kewenangannya," ungkap Anang.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas mafia pangan yang selama ini telah merugikan rakyat dan negara. Ia menyebutkan, praktik curang dalam tata niaga pangan, khususnya beras, menyebabkan kerugian negara hingga Rp 100 triliun setiap tahun.

“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh Indonesia adalah Rp 100 triliun tiap tahun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa,” ujar Prabowo di acara penutupan kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Auditorium UMS, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025). 

Prabowo mengatakan, praktik curang yang dilakukan oknum pengusaha ialah dengan menjual beras biasa sebagai beras premium demi meraih keuntungan lebih besar. Ia menegaskan telah memerintahkan aparat penegak hukum, termasuk jaksa agung dan polisi untuk menindak tegas para pelaku. Menurutnya praktik kecurangan tersebut berdampak langsung merugikan masyarakat kecil.

"Masih banyak permainan jahat dari beberapa pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, lalu harganya dinaikin seenaknya. Saya telah minta jaksa agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 26 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia