Jumat, 15 Mei 2026

KPK Panggil 20 Saksi lagi untuk Pengusutan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia

Penulis : Yustinus Patris Paat
24 Jul 2025 | 14:54 WIB
BAGIKAN
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/7/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/7/2025). (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan sebanyak 20 saksi dalam rangka mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) atau CSR bank Indonesia. Para saksi merupakan ketua yayasan sejumlah pihak swasta hingga asisten rumah tangga (ART).

"Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resor Kota Cirebon," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Berdasarkan informasi yang diterima, para saksi yang diperiksa KPK terkait kasus ini adalah:

ADVERTISEMENT

1. Abdul Mukti, Ketua Yayasan Al-firdaus Warujaya Cirebon

2. Mohamad Mu’min, Ketua Yayasan Abhinaya Dua Lima

3. Ida Khaerunnisah, Ketua Yayasan Al-Fairuz Panongan Palimanan tahun 2020-sekarang

4. Sudiono, Ketua Yayasan Alkamali Arya Salingsinhan

5. Jadi, Ketua Yayasan Al-Munaroh Sembung Panongan Tahun 2022-Sekarang 

6. Nia Nurrohman, Ketua Yayasan Al Fadila Panongan Palimanan

7. Deddy Sumedi, Ketua Yayasan Guyub Berkah Sejahtera dan Staf Bapenda kabupaten Cirebon

8. Ali Jahidin, Ketua Pengurus Yayasan As-Sukiny dan Guru SMPN 2 Palimanan, Cirebon

9. Eka Kartika, Ibu Rumah Tangga

10. Sundari Meina Shinta, Notaris

11. Soedjoko Bin Soekendra, Wiraswasta

12. Yeti Rusyati, Mengurus Rumah Tangga 

13. Sri Rezeki, Pejabat Pembuat Akta Tanah

14. Akhmad Sugianto, Pensiunan

15. Hevy Haviyanti, Mengurus Rumah Tangga

16. Dedi Selamet, Karyawan Swasta

17. Debby Puspita Ariestya, Pejabat Pembuat Akta Tanah

18. Suyati, Karyawan, Swasta 

  

19. Panji Hadiwiguno, Wiraswasta

20. Leni Djamaludin, Mengurus Rumah Tangga

Bantah Intervensi

KPK sebelumnya membantah dengan tegas tuduhan adanya intervensi dalam penyelidikan kasus ini.  Intervensi tersebut dinilai menjadi penyebab KPK tak kunjung menetapkan dan mengumumkan tersangka dalam kasus tersebut.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyebab belum ditetapkan tersangka kasus CSR BI karena kompleksitas perkaranya.

"Sejauh ini tidak ada intervensi, tapi memang setiap perkara itu punya kompleksitas yang berbeda-beda begitu dalam penyidik mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan," ujar Budi dikutip, Jumat (11/7/2025).

Budi meminta publik bersabar karena pada waktunya KPK akan mengumumkan konstruksi perkara dan tersangka secara lengkap dalam perkara ini. Budi juga memastikan pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini.

"Tentu pemanggilan para saksi juga bagaimana kebutuhan penyidik untuk mendalami informasi dan keterangan yang diduga diketahui oleh pihak-pihak tersebut," tandas Budi.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan pihaknya bakal segera menetapkan tersangka dalam kasus korupsi dana CSR atau dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).  

Menurut Asep, penetapan tersangka akan diumumkan dalam waktu dekat, meskipun Asep tidak menyebutkan detail waktu pastinya.

"Dalam waktu dekat akan kami tetapkan tersangkanya. Ditunggu saja ya,” ujar Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Asep mengatakan, hingga saat ini, KPK sedang fokus mengusut keterlibatan dua anggota Komisi XI DPR 2019-2024, yakni Politisi Partai Nasdem Satori dan Politisi Partai Gerindra Heri Gunawan. Keduanya telah diperiksa penyidik KPK beberapa kali terkait dengan kasus tersebut. 

"Semua kami dalami, sementara ini kami fokus pada penggunaan dana CSR oleh ST dan HG. Sesuai laporan awal masyarakat kepada kami," tandas Asep.

KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman Satori dan Heri Gunawan terkait kasus ini. Termasuk, KPK juga telah mengusut yayasan yang terafiliasi dengan Satori dan Heri Gunawan. KPK menduga yayasan-yayasan tersebut menerima dana PSBI, namun dana PSBI tersebut tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya.

  

KPK juga sudah memeriksa beberapa pihak dari BI terkait kasus ini, antara lain mantan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono serta mantan Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan BI, Irwan.

Keduanya masing-masing didalami sola proses serta prosedur dalam penganggaran, pengajuan sampai dengan pencarian PSBI, serta pembahasan anggaran tahunan bank sentral tersebut.

KPK terus memeriksa dan mendalami keterangan para saksi terkait kasus korupsi dana CSR BI ini, termasuk melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi seperti Gedung Bank Indonesia (BI) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta kediaman rumah anggota DPR RI Heri Gunawan.

Hanya saja, hingga saat ini, KPK belum mengumumkan tersangka dalam kasus ini. Bahkan, kasus ini sempat mendapat sorotan publik karena KPK dinilai lambat dalam menangani kasus dugaan korupsi ini.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia