Kamis, 14 Mei 2026

Selidiki Dugaan Korupsi Google Cloud Kemendibudristek, KPK Periksa Eks Stafsus Nadiem 

Penulis : Yustinus Patris Paat
30 Jul 2025 | 14:34 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Google Cloud (Foto: IST)
Ilustrasi Google Cloud (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa eks staf khusus (stafsus) Mendikbudristek Nadiem Makarim 2019-2024, Fiona Handayani. Dia diperiksa terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Fiona di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (30/7/2025). 

Namun, Budi enggan menjelaskan detail pemeriksaan terhadap Fiona. Alasannya, kasus google cloud ini masih dalam tahap penyelidikan, dan belum masuk tahap penyidikan.

ADVERTISEMENT

“Karena masih tahap penyelidikan tentu belum bisa kami sampaikan secara rinci," tandas Budi kepada wartawan, Rabu (30/7/2025).

Diketahui, KPK sedang menyelidiki kasus Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kasus yang ditangani KPK ini berbeda dengan kasus yang sedang diusut Kejagung, yakni kasus pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.  Meskipun demikian, KPK tetap membuka opsi memanggil Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

"Kita tunggu perkembangan penanganan perkara ini, nanti akan kami sampaikan update berikutnya seperti apa," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2025).

Fiona Handayani juga pernah diperiksa Kejagung terkait kasus pengadaan laptop Chromebook Kemendikbudristek. Fiona Handayani diperiksa pada Jumat, 13 Juni 2025 lalu selama 8,5 jam terkait tugas dan fungsinya sebagai staf khusus Nadiem Makarim. 

Diketahui, Kejagung telah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Kemendikbudristek periode 2019-2022 yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 1,98 triliun.

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Mulyatsyah (mantan direktur SMP Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (mantan direktur sekolah dasar Kemendikbudristek), Ibrahim Arief (konsultan teknologi di Kemendikbudristek), dan Jurist Tan (mantan staf khusus mendikbudristek yang saat ini masih di luar negeri).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia