Kamis, 14 Mei 2026

Golkar Sebut Prabowo Kedepankan Dialog dalam Redam Aksi Demo Anarkistis

Penulis : Yustinus Patris Paat
4 Sep 2025 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat Musda XII DIY, Minggu (18/5/2025)
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat Musda XII DIY, Minggu (18/5/2025)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam meredam aksi demonstrasi anarkistis di sejumlah daerah. Menurut Bahlil, langkah Prabowo tersebut adil dan mengedepankan dialog dibandingkan pendekatan keamanan.

"Beliau tidak hanya tegas, tetapi juga adil dan memperhatikan aspirasi rakyat. Sejak awal menjadi Presiden, Prabowo sudah mengingatkan bahwa Negara ini harus dijaga dan dirawat bersama, kita ini satu rumah besar bernama Indonesia," ujar Bahlil Lahadalia kepada wartawan, Kamis (4/9/2025). 

Bahlil juga mengapresiasi langkah Prabowo mengundang 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025) sore. Pertemuan itu juga dihadiri pimpinan MPR, DPR, DPD, serta ketua umum partai politik yang memiliki kursi di DPR.

ADVERTISEMENT

Langkah ini menurut Bahlil menunjukkan kepemimpinan Prabowo mengutamakan musyawarah dibandingkan pendekatan keamanan.

"Jadi, apa yang dilakukan Presiden bukan sekadar memadamkan api, juga mendinginkan suasana, sekaligus meletakkan nilai kebersamaan dan kekitaan dalam menatap masa depan Indonesia yg lebih baik," tandas Bahlil.  

Senada dengan Bahlil, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menilai langkah Presiden Prabowo memerintahkan Polri memproses aparat yang bersalah merupakan cerminan keberanian menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

"Ini yang kita butuhkan, seorang pemimpin yang adil. Kalau rakyat salah, diproses. Kalau aparat salah, juga harus diproses. Tidak ada yang kebal hukum. Itulah wujud negara hukum," tutur Idrus.

Idrus kembali mengingatkan bahwa demonstrasi seharusnya menjadi saluran sehat bagi demokrasi, bukan ajang kerusuhan. Dia memastikan Indonesia menjamin kebebasan berpendapat, namun harus disampaikan dengan cara damai. 

"Kritik boleh, aspirasi wajib disampaikan, tapi jangan berubah menjadi kebencian. Kita tidak boleh terjebak dalam politik adu domba. Persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok," tandas dia.

Menurutnya, Golkar berdiri tegak mendukung setiap langkah Presiden yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan bangsa. Golkar bersama rakyat, pemerintah ingin memastikan bangsa ini tetap utuh.

“Indonesia ini besar, jangan sampai terbelah, kita semua harus ikut menjaga, karena kita hidup dalam satu rumah besar bernama Indonesia," pungkas Idrus.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia