Kamis, 14 Mei 2026

Gubernur Kalbar Sayangkan Penilaian Juri LCC Empat Pilar MPR di Pontianak Picu Polemik

Penulis : Andriadi Perdana Putra
12 Mei 2026 | 19:06 WIB
BAGIKAN
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan

PONTIANAK, investor.id - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyayangkan penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Pontianak menjadi polemik dan perbincangan nasional. Sorotan tertuju pada kesalahan dewan juri yang membuat kesalahan dalam penilaian terhadap peserta lomba.

“Tentu saya sangat menyayangkannya ya,” ujar Ria Norsan, Selasa (12/5/2026).

la berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak, transparan, dan tetap menjunjung sportivitas demi menjaga kepercayaan masyarakat. 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut hasil perlombaan, tetapi juga menyentuh rasa keadilan dan kondisi psikologis peserta didik yang telah berjuang membawa nama daerah.

“Saya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Nanti akan kita telaah lebih lanjut dan saya juga akan berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan. Dalam sebuah perlombaan, terutama yang diikuti pelajar, rasa keadilan harus benar-benar dijaga,” ujar Ria Norsan.

Ia menilai dewan juri seharusnya dapat bersikap lebih bijak dalam mengambil keputusan maupun menyampaikan penilaian, agar tidak menimbulkan dampak psikologis bagi para peserta.

“Anak-anak ini datang membawa semangat, membawa nama sekolah dan daerah. Jadi dewan juri mestinya lebih bijaksana, sehingga tidak membuat mental maupun psikis peserta didik menjadi jatuh saat berlomba,” tegasnya. 

Ria Norsan juga berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan kompetisi pendidikan ke depan berlangsung lebih objektif, edukatif, dan tetap menjunjung sportivitas.

Polemik bermula saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat berlangsung di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).

Dalam tayangan yang beredar luas di media sosial, MC memberikan pertanyaan rebutan mengenai pemilihan anggota BPK. Tim C dari SMAN 1 Pontianak menekan tombol dan mendapat kesempatan untuk memberikan jawaban.

Sayangnya, juri menganggap jawaban dari Tim C salah sehingga mendapat pengurangan nilai 5 poin. Selanjutnya pertanyaan tersebut dilempar untuk diperebutkan tim lain. Tim B dari SMA Sambas berhasil menekan tombol lebih cepat lalu menyampaikan jawaban yang persis dengan jawaban sebelumnya. 

Juri kemudian menyimpulkan jawaban tersebut benar dan memberikan poin 10. Tim C yang merasa jawaban tersebut sama dengan yang dia sampaikan kemudian menyampaikan protes.

Alih-alih berusaha untuk mengecek kebenaran, juri justru terlibat menyudutkan peserta dari SMA Pontianak tersebut.

Publik yang melihat rekaman tayangan tersebut dan membandingkan antara jawaban kedua tim kemudian melontarkan kecaman terhadap ketidakcermatan juri dalam menyimak jawaban dan memutuskan penilaian.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 38 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia